Tim Counter-Strike: Global Offensive asal Amerika, Dignitas, kini berencana untuk kembali ke scene kompetitif permainan first-person-shotter (FPS) itu setelah vakin lebih dari satu tahun yang lalu.

Kepastian ini diumumkan oleh manajemen Dignitas melalui akun Twitter resmi mereka pada hari ini, Kamis (19/9/2019).

Dalam pernyataannya, CEO Dignitas, Michael “Prindi” Prindiville, mengaku kecewa dengan kondisi yang terjadi di dunia persilatan CS:GO saat ini, di mana banyak kasus yang telah merugikan para pemain.

Secara tidak langsung, Prindiville menyentil beberapa kasus yang telah mengganggu komunitas CS:GO, termasuk tuduhan bahwa organisasi besar dan populer seperti Ninjas in Pyjamas telah berutang ribuan dolar kepada beberapa pemain karena belum membayarkan hadiah yang mereka dapatkan di turnamen.



“Kami telah melihat beberapa hal yang mengesankan pada tahun ini, tetapi yang paling penting adalah kami juga telah melihat banyak hal buruk,” ucap CEO Dignitas, Michael “Prindi” Prindiville.

“Kami telah melihat perlakuan tak pantas terhadap pemain, buruknya manajemen, kurangnya konten yang melibatkan para pemain, bahkan kami pernah mendengar tentang pemain yang tidak dibayar. Semua itu tidak boleh terjadi lagi.”

Prindiville juga mengatakan bahwa dirinya ingin membangun sebuah dinasti yang terdiri dari para pemain yang lapar akan kemenangan dan menginginkan manajemen, fasilitas, dan struktur tingkat atas sehingga para pemain dapat mencapai puncak permainan mereka.

Dia juga mengatakan bahwa Dignitas memiliki banyak fasilitas di seluruh dunia dalam rangka untuk mengakomodasi pemain mana pun. Hal ini ia pandang akan menjadi nilai lebih bagi organisasinya di mata para pemain yang mencari tim baru.

Sebelumnya, Dignitas telah mengucapkan salam perpisahan dengan dunia pro CS:GO pada Agustus 2018 setelah memiliki perjalanan yang mengecewakan dalam satu tahun sebelumnya.

Dignitas gagal memenangi turnamen besar mana pun sejak EPICENTER 2016. Belum diketahui seperti apa detailnya dari rencana Prindiville dalam mengembalikan nama Dignitas di CS:GO, terlebih kini sang pendiri, Michael “ODEE” O’Dell, telah meninggalkan tim.

BACA JUGA: Konami berencana bangun esports center di Ginza