Setelah hanya menjadi pemain cadangan di roster Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO) Complexity Gaming, Hunter “SicK” Mims justru memilih pensiun ketimbang mempertahankan kariernya dengan bermain lebih baik lagi atau mencari organisasi baru.
Ternyata, langkah ini diambil oleh SicK agar dirinya bisa fokus untuk mendalami game FPS baru garapan Riot Games, Valorant. Selain menilai esports Valorant akan sangat menjanjikan, player berusia 21 tahun itu juga mengaku telah bosan bermain CS:GO.
Hal ini secara terbuka diungkapkan oleh SicK melalui unggahan di akun Twitter-nya.
“Setelah 5 tahun dan memainkan hampir 800 map resmi, saya mundur dari kompetisi CS: GO. Game ini sudah semakin membosankan bagi saya. Valorant datang pada waktu yang tepat dan hal ini tidak bisa dihindari lagi,” tulis SicK.
- Shroud beberkan kemampuan para agent dan senjata di Valorant
- Bukti bahwa player CS:GO tak perlu banyak beradaptasi dalam menembak di Valorant
Hunter telah bermain CS:GO di level tertinggi sejak masih berusia 16 tahun. Dalam lima tahun terakhir, ia telah membela banyak organisasi besar seperti Team SoloMid, Misfits, Rogue, dan Complexity Gaming.
SicK sempat dianggap sebagai salah satu pemain muda CS:GO paling menjanjikan dari Amerika Utara. Namun, saat ini kariernya tengah berada di bawah dan gagal mempertahankan posisinya di Complexity Gaming.
SicK bukan sosok pertama yang memutuskan untuk mengkang dari CS:GO ke Valorant. Sebelumnya sudah ada Braxton “Brax” Pierce pada akhir Februari 2020. Dirinya bersama mantan rekan setimnya, Keven “AZK” Larivière, kini telah resmi menjadi bagian dari tim Valorant bentukan T1.
BACA JUGA: Para pro player Apex Legends sukses juarai ESPN Esports Valorant Invitational
