Kehadiran game FPS baru garapan RIot Games, Valorant, telah menghadirkan badai di tengah industri video game. Sejak merilis closed beta, Valorant sukses menarik banyak minat pemain dari berbagai genre permainan.

Dengan segala trik pemasaran yang dilakukan Riot Games dalam membesarkan nama Valorant, game ini juga hadir dengan sederet “kemewahan” demi menunjang permainan seperti 128 server untuk matchmaking, pengoptimalan kinerja, bahkan pada PC berusia satu dekade dan mesin anti-cheat kelas dunia. Ketiga faktor utama ini juga yang menjadi dasar peningkatan popularitas Valorant.

Mesin anti-cheat milik Riot Games yang diberi nama Vanguard, telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam menjaga terjadinya kecurangan. Vanguard mampu mendeteksi dan memberikan ban pertama hanya dalam waktu kurang dari tiga hari sejak rilis closed beta.

Namun, saat ini kecurangan sudah mulai tak terkendali, dan ini juga bukan sekadar bug kecil lainnya. Meskipun tim pengembang dari Riot Games sebelumnya mengaku bangga dengan pekerjaan yang telah mereka lakukan bersama Vanguard, tampaknya para penipu telah menemukan cara untuk mem-bypass anti-cheat tersebut.

Hal ini terbukti melalui sebuah video di YouTube baru-baru ini yang menunjukkan seorang pemain secara terang-terangan menggunakan kode tertentu dalam bermain sambil streaming.



Cheat yang digunakan oleh pemain termasuk untuk mendapatkan kemudahan dalam melakukan aim dan memiliki visual. Keduanya merupakan pelanggaran yang seharusnya langsung mendapat ban. Lihat videonya DI SINI.

Namun, Vanguard tampaknya benar-benar tidak dapat mendeteksi kecurangan tersebut sama sekali, karena sang pemain terus menggunakan cheat tersebut selama lebih dari 45 menit sebelum memutuskan untuk mengakhiri live streaming-nya.

Banyak orang beralih dari game seperti Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO) ke Valorant karena lelah dengan kecurangan yang terjadi di dalam game. Namun dengan adanya kejadian ini, tampaknya Riot Games masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum merilis Valorant lebih luas lagi.

Uniknya lai, sebelumnya Riot Games sempat menantang siapa pun untuk menemukan celah dari sisten anti-cheat mereka itu dengan menjanjikan hadiah US$100.000 atau sekitar Rp1,5 miliar.

BACA JUGA: Para pro player Apex Legends sukses juarai ESPN Esports Valorant Invitational