Exp Esports Academy bisa dikatakan sebagai acara pertama di Indonesia yang mengangkat tema pengembangan soft skill untuk anak-anak yang punya mimpi masuk ke dunia esports.

Acara ini diadakan Rabu dan Kamis, (27/11) dan (28/11). Pada hari pertama, ada sekitar 30 orang yang lolos dari 300 orang yang mendaftar.

Memang ada seleksi ketat yang dilakukan, terutama soal prestasi di ranah esports amatir sebelumnya.

Guntur Sarwohadi selaku ketua penyelenggara acara mengungkapkan kepuasannya. Ia mengaku bahwa antusiasme anak-anak akan akademi ini begitu besar.



“Kami lumayan senang dengan antusiasme yang muncul. Awalnya sudah ada 300 orang lebih yang mendaftar. Dan tak cuma dari Jabodetabek, bahkan ada NTT dan Papua. Tapi karena kami tak bisa provide mereka saat ini, sementara Jabodetabek dulu,” jelasnya kepada ONE Esports.

“Hari ini ada dari Bandung, Bekasi, Depok juga. Antusiasme mereka memang besar untuk datang ke acara ini. Kami tak mau berhenti sampai acara ini saja. Kami lihat jika responsnya baik, mungkin jika anak-anak ini ada yang ditarik ke klub, atau talent management, siapa tahu kan? Harapannya besar ke sana sehingga menjadi tolak ukur ke depannya.”

“Anak-anak ini aktif banget. Kami kan memang sudah membuat grup WA sendiri. Di sana interaktif sekali. Bahkan sudah banyak yang mengajak mabar-mabar.”

“Antusiasmenya sangat tinggi. Dari speaker mereka melihat value yang berbeda dari acara ini. Karena sebelumnya tak ada yang fokus kepada soft skill. Harapannya juga kami tak berhenti di sini. Ada kelanjutan dengan para speaker. Sehingga publisher, klub, media, kita semua bisa berlanjut hubungannya. Mimpinya adalah membantu ekosistem esports,” tutup dia.

BACA JUGA: Jadwal pertandingan cabang esports di SEA Games 2019