Salah satu pemain Counter-Strike: Global Offensive terbaik dunia, Marcelo “Coldzera” David, kini telah resmi hengkang dari Made in Brazil (MiBR). Pemain berusia 24 tahun itu pun buka suara perihal keputusannya tersebut.

Sebelumnya, Coldzera sempat menyampaikan keinginannya untuk hengkang dari MiBR. Ia menyatakan bahwa dirinya igin mencari tantangan baru bersama tim lain.

Namun, hal berbeda diungkapkan Coldzera setelah dirinya resmi keluar dari MiBR. Ternyata minimnya prestasi bersama MiBR menjadi alasan utama bagi dirinya untuk hengkang.

Terlebih sepanjang 2019, MiBR sama sekali tidak pernah menapakkan kaki ke LAN final event apa pun. Sempat berusaha untuk bangkit dengan meminjam Lucas “LUCAS1” Teles dari Luminosity untuk menghadapi ESL One Cologne lalu, tetapi MiBR masih belum bisa unjuk gigi dan finis di peringkat 13-16.

Melalui akun Twitter resminya, Coldzera mengungkapkan panjang lebar apa yang ia rasakan bersama MiBR dan alasannya untuk hengkang, meski belum mendapat tim baru.


Coldzera mengatakan bahwa meski MiBR telah melakukan berbagai cara untuk bangkit, keberhasilan dalam turnamen tak kunjung didapat. Selain itu, cara MiBR dalam mengatasi kekalahan membuat dirinya tambah stress.

Hilangnya motivasi bermain MiBR ini diakibatkan oleh cara tim menghadapi kekalahan. Bukannya mencari solusi untk bangkit, tetapi mereka justru menambah-nambah masalah yang tentunya berdampak pada performa pemain.

Bahkan, pemain terbaik CS:GO 2016 dan 2017 versi HLTV itu sudah berniat pergi dari MiBR sejak tahun lalu, tetapi ia masih terus bersabar karena berharap situasi tim dapat berubah.

Kini, Coldzera mengatakan bahwa dirinya ingin menenangkan diri dengan pergi berlibur untuk beberapa pekan. Setelah itu, dia akan kembali berlatih di Eropa sambil melihat penawaran masuk dari tim-tim lain.