Perkembangan esports di Indonesia sangat pesat. Banyak game-game yang dijadikan cabang esports untuk diperlombakan. Bahkan levelnya sudah sangat tinggi.

Mobile Legends: Bang Bang, Arena of Valor, PlayerUnknown’s Battleground, eFootball PES, Free Fire, Dota 2, League of Legends dan masih banyak lagi kompetisi game level profesional lainnya.

Turnamen lokal maupun internasional aktif dihelat tiap minggu dan bulan. Tim-tim profesional esports pun kian banyak.

Siapa yang tak kenal EVOS Esports, Bigetron, Rex Regum Qeon, Louvre Esports, sampai Onic Esports. Belum lagi tim-tim lain yang membuat persaingan di masing-masing cabang kian ketat.

Baru-baru ini ONE Esports mendapat kesempatan mewawancarai caster Indonesia, Kapten Liong, terkait perkembangan esports. Menurutnya, esports di Indonesia sudah selevel dengan olahraga macam sepak bola dan bulu tangkis.

Kapten Liong (kiri) mengungkap pendapatnya soal perkembangan esports – Youtube

“Perkembangan esports besar banget sih. Dulu kita kenal esports sebatas anak-anak warnet yang berkompetisi memperebutkan hadiah, itu pun pas-pasan. Sekarang kita lihat ada orang Indonesia yang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah luar negeri, Asia Tenggara,” ujar Liong.

“Menurut saya prestasi-prestasi atlet esports di Indonesia, teman-teman gw ini, ga kalah sih dengan atlet olahraga seperti sepak bola atau bulu tangkis. Levelnya udah sampai sana,” tambah dia.

Liong juga mengajak orang-orang Indonesia, terutama pencinta game untuk berani berkecimpung di dunia esports lebih dalam lagi. Karena menurutnya esports sangat luas, tak sekadar pro player yang bisa cari makan dari pekerjaan ini.

“Kalau gw pribadi sebagai caster sudah mulai menunjukkan kepada teman-teman sendiri bahwa esports adalah industri yang tak hanya sekadar pro player. Ketika lo ga bisa jadi pro player, lo bisa jadi EO-nya, caster, atau bahkan pembuat beritanya. Banyak hal yang bisa dikulik di dunia esports, walau memang yang ada di depan kamera ya pro player itu, tak bisa dimungkiri,” katanya.

“Jadi buat teman-teman yang sudah berusia cukup dan mau terjun di esports, bisa dimulai dengan menjadi volunteer pada acara seperti sekarang. Dan ini bisa menjadi pekerjaan tetap,” lanjut Liong.