Beberapa waktu lalu developer video game Natsume dan Rising Star Games mengumumkan bahwa mereka tengah menyiapkan game baru untuk seri Harvest Moon, One World. Game simulasi pertanian ini akan hadir untuk konsol Nintendo Switch, tetapi bakal menampilkan karakter dan latar belakang berbeda, di mana terlihat seperti tidak ada ladang untuk bertani.
Keputusan dari Natsume ini tentu cukup mengejutkan, terutama bagi para pencinta game Harvest Moon. Pasalnya, bertani adalah kegiatan utama yang harus dilakukan oleh karakter utama, bakan saat Musim Dingin, di samping bersosialisasi dan mengikuti event-event dengan warga sekitar.
Setidaknya, hal tersebut lah yang ditekankan saat pertama kali game ini dirilis pertama kali dengan genre farm simulation dan role-playing game untuk Super Nintendo pada Agustus 1996 di Jepang.
Sepanjang sejarah, game Harvest Moon ini memiliki banyak seri untuk semua pemain di seluruh dunia di berbagai konsol dan terus mengalami perubahan agar semakin lebih menarik dan tidak ketinggalan zaman. Setidaknya ada 12 seri game berbeda, itu pun belum dihitung dengan judul-judul yang khusus hanya dirilis di Jepang.
Game ini sukses mendapatkan kepopulerannya saat merilis versi global berjudul Harvest Moon: Back to Nature untuk kali pertama bagi konsol PlayStation 1. Saat itu, gameplay dari seri Harvest Moon ini mengedepankan bertani dan bersosialisasi dengan seluruh warga di Mineral Town menjadi hal utama yang sukses merebut hati pemain, baik dari kalangan muda hingga lansia.

Memang tidak data otentik yang bisa dipertanggung jawabkan untuk memperkuat argumen bahwa Harvest Moon: Back to Nature diganderungi oleh pemain dari berbagai kalangan. Namun, kebetulan penulis pernah menjadi salah satu pemain setia dari Harvest Moon: Back to Nature yang “berguru” untuk mendalami permainan dan apa saja rahasia yang ada di balik game ini dari seorang nenek pemilik rental PlayStation hampir 20 tahun silam.
Dari beliau, saya bisa mengetahui hal-hal yang jauh lebih mendalam tentang apa yang bisa dilakukan oleh karakter utama, baik dalam bagaimana cara mendekati karakter perempuan in-game yang ingin dijadikan calon pendamping, mendapat banyak penghasilan ketika tidak bisa bercocok tanam saat Musim Dingin, menghindari kelelahan, rahasia memenangi event, hingga cara menemukan Ikan Legendaris di beberapa spot rahasia.

Meski game ini cenderung membosankan bagi sebagian pemain karena aktivitas yang dilakukan in-game hampir selalu sama di setiap harinya, tetapi game ini mampu memberikan pemahaman kepada pemainnya mengenai arti penting bekerja keras, menggunakan waktu sebaik-baiknya, berinfestasi membeli alat dan barang untuk mempermudah pekerjaan dan menambah penghasilan, menjadi pribadi yang ramah dan bersahabat kepada setiap orang, dan banyak lagi untuk diungkapkan satu per satu.
Selain itu kendati game ini terlihat begitu damai, tetapi permainan ini juga memberlakukan target yang harus dipenuhi setiap pemain. Jika dalam waktu selama tiga tahun in-game, karakter utama tidak bisa mengembangkan perkebunan dan peternakannya, maka permainan akan dimulai dari awal.
Selain itu dalam mengejar gadis impian di dalam game, setiap karakter memiliki cara berbeda dalam mendekatinya. Bahkan caranya ada yang terbilang sulit dipercaya. Contohnya, karakter Mary yang bisa didekati dengan memberikannya hadiah berupa jamur beracun, hingga Karen yang bisa dirayu dengan memberinya wine.

Belum lagi, dalam mendekati salah satu dari lima karakter wanita yang bisa dijadikan pasangan di dalam game, masing-masing memiliki pesaingnya sendiri. Jadi jika kita terlalu sibuk dengan pekerjaan di ladang, harapan untuk bisa mendapatkan gadis pujaan bisa sirna.
Hal-hal seperti ini lah yang menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pemain dalam mendalami game Harvest Moon: Back to Nature, terlebih saat itu arus informasi yang bisa didapat tidak semudah saat ini. Berguru dan berbagi informasi dengan pemain lain bisa menjadi langkah yang terbaik.
Bagi penulis, beberapa tahun memainkan Harvest Moon: Back to Nature menyisakan pengalaman, kenangan, dan kerinduan cukup mendalam, di samping game-game lain yang pada saat itu juga terbilang sering dimainkan. Selain kesenangan, ada banyak pelajaran positif yang bisa diambil penulis untuk mengarungi kehidupan sehari-hari hingga saat ini yang didapat dari game ini.
BACA JUGA: Cukup gunakan browser, kini Anda bisa bernostalgia dengan Counter-Strike 1.6
