Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pemain game terbesar di dunia. Namun mirisnya, sangat minim ada video game terkenal dari pada developer permainan di Tanah Air.

Seperti kita ketahui, perkembangan video game di dunia berkembang sangat pesat. Beberapa game, terutama mobile online, ramai dimainkan oleh para gamer Indonesia seperti contohnya Mobile Legends dan PUBG Mobile yang keduanya berasal dari Tiongkok.

Indonesia bukan tidak memiliki talenta untuk membuat video game berkualitas. Ada sekitar 200 perusahaan game di Tanah Air, tetapi semuanya terbentur oleh dana.

Ketua Asosiasi Game Indonesia, Cipto Adiguno, berharap dalam waktu dekat ada banyak investor yang mau menginvestasikan dana mereka untuk membangun industri game Tanah Air.

Pasalnya, investasi besar akan membuat ekosistem industri game dan berimbas kepada munculnya para kreator dan developer yang sebelumnya enggan untuk terjun langsung karena tidak melihat adanya masa depan yang cerah.

“Jika ditanya mana yang lebih krusial antara investasi dan kualitas developer dalam hal menghadirkan game berkualitas dari Indonesia, keduanya harus berjalan beriringan,” ucap Cipto dalam jumpa pers Archilepageek di Kantorkuu, Kuningan Timur, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

“Tidak ada jaminan jika ada investasi besar masuk, maka kualitas developer juga akan ikut meningkat. Namun, dengan hadirnya investasi akan membuat kehidupan industri game semakin mengeliat yang berujung pada hadirnya game-game berkualitas dari Indonesia. Jadi saya pikir investasi adalah hal yang utama,” tuturnya.

Sebagai perbandingan, investasi di industri game Indonesia setiap tahunnya berjumlah sekitar US$2 juta atau sekitar Rp28 miliar.

Sementara di Tiongkok, investasi yang dikucurkan bagi perkembangan industri game sudah mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp71,1 triliun per tahun!

Jadi tidak mengherankan jika ada banyak game-game berkualitas yang menguasai pasar dunia datang dari developer-developer asal Tiongkok.

Terlebih, industri game saat ini adalah sesuatu yang paling menjanjikan dengan nilai sebesar US$139 miliar secara global atau 2,5 kali lebih besar dari industri hiburan lainnya seperti perfilman.