Perkembangan esports di Indonesia bisa disebut terjadi secara merata. Buktinya, ada banyak pemain profesional olahraga elektronik itu berasal dari luar kota-kota besar.

Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi yang sama besar dalam melahirkan bakat-bakat pemain pro, terutama pada game-game mobile yang bisa dimainkan oleh hampir semua orang yang memiliki smartphone.

Kondisi tersebut membuat game-game berkualitas saat ini tak lagi hanya menjadi milik mereka yang berpenghasilan besar atau berasal dari keluarga berada.

Hal ini diakui oleh Chief Operating Officer Victim Esports, Hafiz Rachman Fauzi. Bahkan ia mengaku telah merekrut banyak pemain untuk bergabung dengan mereka yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Hafiz pun mengaku bahwa Victim Espots pernah memiliki kesempatan untuk membuka gaming house di luar Jakarta demi memfasilitasi para pemain dari berbagai daerah untuk meningkatkan kemampuannya.

Namun, Hafiz mengaku bahwa ada beberapa kendala yang membuat pihaknya urung untuk melakukannya.

“Kami sempat mendapat sponsor untuk membuka gaming house di Bali. Namun setelah kami mempertimbangkan segala hal, scene-nya memang ada di Jakarta karena event besar selalu digelar di sini,” ucap Hafiz.

“Daripada kami menghabiskan uang karena tidak semua event menyediakan akomodasi, jadi kami berpikir untuk fokus membangun gaming house di Jakarta, tetapi kami perbanyak,” tuturnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa setiap pelaku esports di setiap daerah harus bisa menggandeng banyak sponsor untuk bisa menggelar turnamen berskala besar agar tidak selalu terpusat di Jakarta.

Hal ini sangat penting agar setiap pemain yang berada di daerah tersebut bisa memiliki wadah berkompetisi sekaligus meningkatkan kemampuan.