Player game-game fighting, Seon-woo “Infiltration” Lee, adalah nama besar di dunia esports fighting. Prestasinya di turnamen esports fighting Evo sudah tak diragukan lagi.

Infiltration sempat memenangi Evo 2012 pada permainan Street Fighter IV dan 2016 kala tampil di Street Fighter V. Namun, setelah itu Infiltration belum lagi bertanding di kompetisi, terkait masalah KDRT dengan mantan istri.

Barulah pada Evo 2019, sosok asal Korea Selatan ini kembali ke arena. Ia sama sekali tak butuh waktu adaptasi dan mindset kompetitifnya langsung terbentuk.

Infiltration juara Evo 2019

Memainkan game SNK, Samurai Shodown terbaru, penampilan Infiltration benar-benar memukau.

Ia berhasil membungkam para player fighter besar macam Reynald “Reynald” Tacsuan, Chia-Chen “ZJZ” Tseng, Justin “JWong” Wong, sampai akhirnya memastikan gelar juara setelah mengalahkan Ryota “Kazunoko” Inoue di grand final.

Ciri khas bertarung serangan balik cepat yang memang menjadi ciri khasnya sejak di Street Fighter dipraktikkan dengan sempurna pada game Samurai Shodown. Ia membungkam Kazunoko dengan pertahanan apik, pemanfaatan damage spesial, dan penjagaan jarak yang fantastis.

Kemenangan ini membuat Infiltration berhasil memenangi hadiah sebesar US$28 ribu atau Rp399 juta.