Divisi Counter Strike: Global Offensive Fnatic dipastikan tak lagi dilatih sosok legendaris Jimmy “Jumpy” Berndtsson. Setelah bekerja tiga tahun di sana, Fnatic memilih tak memperpanjang kontrak Jumpy.
Sebagai gantinya, tim CS:GO Fnatic kini akan dipimpin mantan direktur tim, Andreas “Samuelsson” Samuelsson. Dia sempat mnjadi pelatih kepala dari akademi Fnatic selama setahun sebelum pindah ke divisi CS:GO di tahun 2017.
Kepastian ini terjadi beberapa pekan setelah Fnatic mengungkapkan akan mencadangkan leader dan rifler mereka, Richard “Xizt” Landstrom dan Simon “twist” Eliasson, setelah gagal lolos di StarLadder Berlin Major.
- Bigetron RA juarai PUBG mobile international champions cup southeast Asia
- 100 Thieves bakal manfaatkan StarLadder Berlin Major 2019 untuk bentuk tim CS:GO baru
Tidak memperpanjang Jumpy menjadi pertanyaan tersendiri bagi Fnatic. Pasalnya, player yang menjadi pelatih itu sempat membawa Fnatic memenangi PLG Grand Slam 2018 kala mengalahkan G2 Esports di final.
Sayangnya tim CS:GO Fnatic sedang berada dalam performa buruk belakangan ini. Mereka hanya finis di top 12 pada ESL One: Cologne 2019 dan ESL Pro League season 9. Saat itu Fnatic kalah dari Vitality dan Heroic.
Tak ayal turnamen DreamHack Masters Malmo Oktober nanti bisa menjadi ajang pembuktian dari Samuelsson maupun potensi roster baru nantinya.
Demi kembali ke puncak, organisasi esports dari Swedia itu berpotensi mengubah roster dan manajemen. Menarik menanti apa yang akan dilakukan Fnatic ke depannya.
BACA JUGA : Joker dan Terminator lengkapi dlc Mortal Kombat 11