Esports begitu berkembang di Indonesia. Semakin banyak player profesional yang muncul dan mengharumkan nama bangsa dari dunia esports. Cabang yang dipertandingkan pun semakin beragam.
Meski begitu, tak bisa dimungkiri bahwa esports belum menjadi sesuatu yang mainstream di Indonesia. Tak semua orang mengerti apa itu esports. Banyak orang yang gemar game dinilai hanya main-main, padahal mereka yang berkualitas bisa menjadi andalan Indonesia di dunia esports.
Banyak anak-anak zaman now melek akan esports. Mereka kenal para player profesional, bahkan menjadikannya sebagai idola. Tapi tak semua orang tua sadar akan itu. Di Indonesia pun belum ada wadah yang benar-benar jelas terkait esports ini.
Wakil presiden EVOS Esports, Yohannes Siagian, mengungkapkan permasalahan esports di Indonesia secara eksklusif kepada ONE Esports. Ia juga berharap ekosistem esports bisa lebih kuat dan berkembang kembali secara signifikan.

“Pertama saya ingin ekosistem esports di Indonesia berkembang dan menjadi kuat. Karena saat ini ekosistem tersebut masih berat di atas. Kita berat di level profesional dan event-event besar, tetapi masih kurang di level dasar seperti grassroot,” katanya.
“Saat ini bagi seorang anak muda yang ingin menjadi pemain basket atau atlet nasional, dia bisa tanya ke gurunya bagaimana caranya. Gurunya pun bisa menjawab ‘begini caranya, lewat sana dan sini,’. Di esports opsi-opsi itu belum ada. Dan harapan saya kita bisa mengembangkan ekosistem esports Indonesia pada tahapan di mana bisa diterima oleh mainstream, memperhatikan semua lapisan bukan hanya level profesional, dan menjadi suatu ekosistem yang membantu anak-anak serta semua pelaku berkembang dari yang ada saat ini.”
“Esports dan olahraga secara umum adalah media luar biasa untuk personal development, personal growth, dan personal learning. Dan saat ini banyak pihak di Indonesia belum menyadari itu,” jelas Yohannes.