Bukan rahasia lagi jika esports begitu berkembang di Indonesia. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa hanya beberapa game saja yang benar-benar pecah dan begitu diminati.
Genre MOBA dan battle royale menjadi dua yang paling hidup scenenya. Ditambah first person shooting yang mulai kembali mengudara.
Namun sebenarnya masih ada genre lain yang sebenarnya lebih umum dan tidak musiman. Sport, fighting, dan racing adalah contohnya. Tiga genre yang di kancah internasional sebenarnya lebih lama berada di scene esports.
- IESPA bakal selenggarakan liga nasional esports
- ‘Atlet esports cuma boleh main game maksimal 4 jam sehari’
Indonesia Esports Association punya hasrat untuk menjaga dan menyeimbangkan ekosistem esports Indonesia. Kepada ONE Esports, ketua IESPA DKI, Erlangga Putra, bicara soal ini.
“Indonesia komunitas esportsnya banyak sekali. Waktu kemarin saya masih mengurus di EISPA DKI Jakarta itu, kami mengadakan turnamen tiap pekan. Baik itu Tekken, Street Fighter, FIFA, PES, NBA pun kami adakan. Karena kami ingin menjaga ekosistem agar semuanya senang serta berjalan,” ujarnya.
Memang semua pihak terutama fans harus bisa saling mendukung. Faktanya, rivalitas antar pencinta game tertentu yang lebih menonjol.
“Sebenarnya untuk menyatukan itu, jangan lihat gamenya, tapi sebagai sebuah kesatuan industri esports,” pungkas dia.
BACA JUGA: Target Timnas Esports Indonesia: 2 emas, 2 perak, 2 perunggu