Selandia Baru adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang mampu menangani pandemi COVID-19 dengan sangat baik. Bahkan negara ini melaporkan sudah hampir tidak ada kasus positif COVID-19 selama beberapa pekan terakhir dan menjadi berita utama di media global.

Hal ini membuat co-founder dan presiden Valve, Gabe “Gaben” Newell yang telah tinggal di Selandia Baru sejak Maret 2020, berencana untuk memindahkan kantor utamanya ke Negeri Kiwi itu dari Washington, AS, meski hanya bersifat sementara waktu.

Hal ini diungkapkan oleh Gaben dalam wawancara bersama Geoff Keighley dalam Game Awards Zoom meeting. Bahkan menurut video di channel YouTube Valve News Network, tersirat bahwa Gaben berencana untuk bertemu dengan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, untuk membahas pemindahan kantor pusat Valve ke negara tersebut.

Hal ini dilakukan tidak hanya untuk membantu perusahaan pindah ke lingkungan yang lebih aman secara keseluruhan, tetapi juga akan menghindarkan karyawan bisa lebih produktif dan tak lagi bekerja dari rumah.

“Karena saya sedang melakukan kampanye pro-Selandia Baru akhir-akhir ini, saya mungkin akan bertemu dengan Perdana Menteri,” kata Newell.

“Mengingat ada sesuatu yang sangat berharga yang telah dibuat di sini di Selandia Baru karena kerja keras penduduknya, kemungkinan besar ada keinginan besar untuk merelokasi sementara tim produksi [Valve] ke negara tersebut,” tuturnya.



Selain demi kebaikan perusahaan dan karyawan, hal ini akan diusahakan oleh Gaben agar Valve bisa terus menghadirkan hal-hal baru kepada komunitas gaming di seluruh dunia.

BACA JUGA: Valve bakal rilis hero Dota 2 baru pada November 2020