Konten kreator gaming merebak saat ini. Salah satu lahan menjanjikan untuk gamer selain menjadi pro player adalah memiliki konten di Youtube atau live streaming di beberapa platform stream yang kian merebak.

Sayangnya, tak semua bisa memanfaatkan itu dengan hal positif. Masih cukup banyak konten kreator yang menjadikan sikap toxic di depan kamera sebagai andalan. Memang tak bisa dimungkiri hal ini bisa menarik perhatian penonton.

Meski begitu di sisi lain, hal-hal ini bisa berdampak negatif untuk konsumen gaming, terutama yang anak-anak yang memang banyak menjadi penonton.



Jonathan Liandi menjadi salah satu konten kreator yang sedang melejit. Bekas pro player Mobile Legends itu kini punya subscriber nyaris sejuta di Youtube. Itu belum termasuk live streamingnya di Nimo TV.

Jo menjadi sosok yang tidak setuju akan konten toxic. Ia mengaku terlanjur tercebur ke dalamnya, walau apa yang dia perlihatkan di depan kamera murni seperti dia apa adanya. Terlepas dari itu, sosok yang kini dikenal dengan Raja Barong tersebut mengaku siap mengurangi hal-hal tersebut dan dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Ketika Anda memutuskan untuk menjadi konten kreator toxic, itu sudah salah. Saya sendiri tak pernah mau menjadi toxic. Apa yang saya perlihatkan saat live streaming itu apa adanya, karena di real life memang seperti itu juga,” ujarnya eksklusif kepada ONE Esports.

“Saya punya sikap seperti itu, cara bicara juga sama persis seperti kehidupan nyata. Karena masalahnya ketika Anda sudah terkenal sebagai toxic, kira-kira bisa handle ga (tekanannya)? Saya pun kalau bisa putar waktu mungkin ga mau kayak sekarang. Tapi karena sekarang sudah terlanjur dan orang-orang tahu karakteristik dan ciri yang ada di konten saya, sekarang tinggal bagaimana mengurangi itu.”

“Caranya tentu dengan sensor dan juga membuat konten lain yang lebih variatif. Contohnya Empetalk. Di sana saya ingin memberi pelajaran bahwa bisa membuat konten yang tidak ngomong kasar terus. Intinya sih cara mereka melihat dan mengambil baiknya serta membuang buruknya.”

“Sebagai konten kreator, Anda tak bisa mengikuti orang lain mentah-mentah karena dia subscriber besar atau semacamnya,” tutup dia.

BACA JUGA: WoW rayakan ulang tahun ke-15