Covid-19 (virus corona) telah menyebarkan dampak negatif ke segala bidang, termasuk industri game. PAX East harus rela pesertanya berkurang setelah beberapa developer mengundurkan diri, sementara Game Developers Conference (GDC) di San Francisco harus ditunda karena alasan serupa.

Namun tidak semua acara terkena imbas yang sama, E3 adalah salah satu acara gaming terbesar yang masih tetap diselenggarakan meski bahaya covid-19 terus mengancam.



Dilansir dari vice.com, penyelenggara E3, ‘The Entertainment Software Association’, telah memastikan acara akan tetap berjalan sesuai rencana.

“Setiap orang waspada memperhatikan situasi,” ucap Entertainment Software Association. “Kami akan terus berhati-hati, kesehatan dan keselamatan para peserta maupun pengunjung adalah prioritas utama kami.”

E3 akan diselenggarakan pada 9 hingga 11 Juni 2020 di Los Angeles. Event tahunan ini memungkinkan publisher untuk memperkenalkan project mereka. Beberapa tahun terakhir, E3 mengusung konsep eksklusif dan ditutup untuk umum. Sony telah memastikan absen dari acara ini karena tidak setuju dengan konsep eksklusif yang diusung.

Beberapa perusahaan seperti Nintendo, Ubisoft, Xbox, dan Bethesda sudah mengonfirmasi kehadirannya di E3. Sementara absennya Sony jadi kerugian besar bagi penyelenggara, ditambah kemungkinan mundurnya perusahaan lain karena bahaya covid-19 akan semakin memperburuk keadaan.

BACA JUGA: LPL Cina bakal kembali digelar 9 Maret 2020 dengan beberapa ketentuan dan persyaratan