Bangsa Indonesia sangat kaya dengan beragam peninggalan budaya, seni, dan sejarah yang biasanya dapat dinikmati dengan berkunjung ke museum atau datang langsung ke tempat bersejarah yanbg dimaksud. Namun akibat pandemi COVID-19 saat ini, terdapat keterbatasan bagi kita semua untuk bisa melakukannya.

Seiring dengan perkembangan zaman, untuk bisa lebih mengenal lagi budaya Indonesia, kini dapat diakses melalui dunia digital. Salah satunya adalah melalui game Fantasy Town besutan Garena.

Di dalam game ini menghadirkan sejumlah tempat bersejarah di Indonesia untuk mengenalkan serta melestarikan budaya bangsa dengan cara yang menyenangkan melalui game bergenre farming simulator.

Sejauh ini, tempat bersejarah di Indonesia yang telah dihadirkan ke dalam game Fantasy Town ini adalah Candi Borobudur, Monumen Nasional (Monas), Lawang Sewu, Kota Tua Jakarta, Rumah Gadang, serta rumah-rumah adat dari daerah lainnya seperti DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Makassar.

“Ada begitu banyak kekayaan dan material penting dari kultur Indonesia seperti seni, sejarah, dan peninggalan, yang sebelumnya hanya dapat dinikmati oleh mereka yang cukup beruntung bisa mengunjunginya,” ucap Hans Kurniadi Saleh, Direktur Garena Indonesia.

“Fantasy Town merupakan sebuah usaha dari Garena Indonesia untuk melestarikan budaya lokal ini sehingga dapat diakses oleh siapa saja secara digital. Melalui game ini, diharapkan dapat juga bermanfaat untuk kepentingan edukasi budaya dalam menginspirasi generasi mendatang,” tuturnya.



Karena dianggap sejalan dengan gerakan Bangga Buatan Indonesia dan memperkenalkan budaya serta cerita rakyat melalui sarana digital mobile games, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan dukungannya kepada permainan satu ini.

“Kemenparekraf menyambut baik kehadiran Fantasy Town dalam perannya melestarikan kebudayaan Indonesia. Kami akan terus mendukung pertumbuhan industri game di Indonesia, terutama kepada yang sejalan dengan gerakan Bangga Buatan Indonesia yang mengusung budaya bangsa Indonesia,” ucap Josua Puji Mulia Simanjuntak, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf.

“Kami juga berharap, semoga kedepannya, Fantasy Town dapat ikut terus mengenalkan budaya Indonesia hingga ke mancanegara,” tuturnya.

Diluncurkan pada pertengahan Juli 2020, kini Fantasy Town telah menghadirkan berbagai karakter dan kostum yang berasal dari cerita rakyat Indonesia, seperti Kabayan, Iteung, hingga Radu yang terinspirasi dari pakaian adat Madura.

Melalui karakter dan kostum tersebut, bagi para Bossku (sebutan untuk para pemain Fantasy Town) dapat belajar budaya Indonesia dari rumah dengan cara yang seru dan menyenangkan lewat permainan bercocok tanam, beternak, berdagang, menjelajahi area misterius, hingga membangun kota impian dengan nuansa budaya Indonesia.

Sejumlah tempat bersejarah Indonesia yang ada di Fantasy Town ini secara resmi sudah dapat diakses dan dijelajahi oleh siapa pun yang memiliki perangkat mobile dan koneksi Internet dengan mengunduhnya melalui aplikasi Google Play untuk Android dan Apps Store bagi pengguna iOS. Game Fantasy Town ini dikembangkan oleh ©Arumgames, serta dirilis oleh Garena Indonesia.

BACA JUGA: Fantasy Town, game simulator baru besutan Garena