Menjadi pemain profesional esports adalah cita-cita utama para gamer saat ini. Bagaimana tidak menggiurkan? Selain bisa mendapatkan uang dengan jumlah besar hanya dengan bermain game, ketenaran juga bisa didapat.

Kondisi ini tak pelak menjadi incaran banyak anak-anak muda saat ini untuk mencoba peruntungan di dunia esports. Hal ini juga yang membuat acara EXP Esports Academy bisa dengan mudah merangkul begitu banyak orang untuk mau mengorbankan waktunya demi bisa mengikuti pelatihan.

Hal ini bisa menjadi indikasi positif bahwa antusiasme anak-anak muda Indonesia untuk serius di dunia esports begitu besar. Namun, ada banyak di antara mereka yang telah berhasil menjadi pemain profesional, melupakan satu hal bahwa rentang karier di bidang yang mereka geluti ini tidak panjang.



Salah satu narasumber yang hadir di EXP Esports Academy, Dennis Adishwara, menuturkan bahwa para pemain profesional esports saat ini tidak boleh hanya terpaku kepada karier yang mereka geluti saat ini saja.

Sosok pengusaha, aktor, produser, dan sutradara berusia 37 tahun itu meminta mereka untuk tidak berpuas diri dan harus mengembangkan kemampuan di bidang lain yang jenjang kariernya lebih panjang.

“Banyak di antara atlet esports ini belum tahu bagaimana caranya untuk bisa tetap relevan dengan pekerjaannya. Tidak boleh berpuas diri karena karier yang mereka miliki itu tidak panjang umurnya,” ucap Dennis.

“Maka dari itu mereka harus bisa mengembangkan kemampuan di bidang lainnya agar bisa tetap relevan terhadap pekerjaan berikutnya dan berguna untuk masyarakat,” tuturnya.

Di dunia esports, karier yang tersedia itu tidak hanya dengan menjadi pemain profesional, tetapi bisa juga menjadi caster, streamer, content creator, hingga penyelenggara turnamen. Namun yang menjadi masalah adalah tak semua pro player bisa melakoni karier lainnya di dunia esports setelah mereka pensiun.

BACA JUGA: Semua yang perlu Anda ketahui tentang PMCO Fall Split 2019 Global Finals