Salah satu game garapan Supercell, Brawl Stars, dikabarkan telah meraih penghasilan lebih dari US$1 miliar atau Rp14 triliun sejak pertama kali dirilis pada 2018. Hal ini diungkapkan oleh perusahaan analitik Sensor Tower.

Hingga saat ini pihak Supercell belum mengumumkan apapun mengenai pencapaian ini. Jika data yang diungkapkan oleh Sensor Tower ini benar adanya, maka Brawl Star menjadi game keempat milik Supercell yang sukses menghadirkan pendapatan lebih dari satu miliar dolar setelah Clash of Clans, Clash Royale, dan Hay Day.

Peningkatan pendapatan ini didapat setelah Brawl Stars mengalami lonjakan luar biasa pada sepanjang 2020. Game ini mampu menghasilkan pendapatan sekitar US$526 juta. Salah satu pemicunya adalah dirilisnya game ini ke pasar Cina yang sangat menguntungkan pada Juni 2020.

Sejak saat itu, pengguna Apple di Cina telah menghabiskan lebih dari US$100 juta di dalam game, hingga menjadikannya sebagai Negeri Tirai Bambu sebagai negara di posisi ketiga dalam hal penyumbang pendapatan terbesar untuk Brawl Stars .



Bagaimanapun juga, mayoritas pendapatan Brawl Star berasal dari Amerika Serikat yang menyumbangkan US$143,5 juta atau 14,2 persen dari total pendapatan. Sementara di tempat kedua adalah Korea Selatan yang telah menghasilkan 13,7 persen dari total pendapatan atau sebesar US$138,5 juta.

Sekitar 53,8 persen dari total pendapatan berasal dari Google Play Store. Sisanya sebesar 46,2 persen berasal dari Apple’s App Store.

Sampai saat ini, Brawl Stars telah diunduh sebanyak 265 juta kali di seluruh dunia. Sebagian besar berasal dari Rusia, di mana game tersebut telah diunduh sekitar 30 juta kali. Di tempat kedua ada Brasil dengan 24,3 juta kali. Sementara di posisi ketiga ditempati oleh Turki dengan 19 juta kali unduhan.

BACA JUGA: Clash of Clans World Championship 2021 kembali hadir dengan prizepool US$1 juta