Salah satu organisasi esports baru asal Malaysia, Team Still Moving Under Gunfire (Team SMG), telah berhasil melakukan sebuah terobosan besar. Kini tim yang dibentuk oleh penyanyi Mandpop (Mandarin Pop) asal Singapura, JJ Lin, itu telah berhasil menggandeng salah satu produsen apparel besar dunia, Under Armour.
Seperti dikutip dari Mygameon.my, kolaborasi yang dilakukan oleh Team SMG dan Under Armour ini berlangsung selama setahun. Kerja sama ini juga membuat semua pemain Team SMG akan mengenakan jersey keluaran Under Armour.
“Kolaborasi ini adalah satu pencapaian besar bagi kami di Team SMG,” kata General Manager Team SMG, Orrin Xu, seperti dikutio dari Mygameon.my.
“Under Armour dikenal akan pakaian dan peralatan olahraganya dan kami sangat bergairah untuk melihat para pemain kami mengenakan merek ini untuk bermain dalam keadaan nyaman dan meningkatkan style mereka,” tuturnya.
- Global power ranking Mobile Legends: 10 tim terbaik di dunia pekan ini
- Fanny muncul kembali di scene kompetitif, Todak kalahkan SMG
Langkah ini sangat penting untuk bisa dilakukan untuk semakin meningkatkan pamor esports di mata dunia. Selain itu, kerja sama ini juga menjadi langkah awal bagi Under Armour untuk memasuki dunia olahraga elektronik sebagai ranah baru untuk menjangkau konsumen lebih luas lagi.
Sebelumnya, Under Armour telah banyak mensponsori banyak tim, klub, atlet, bahkan liga dari berbagai cabang olahraga tradisional lainnya. Bahkan mereka pun mensponsori beberapa sosok terkenal dunia dari luar atlet, seperti Gisele Bündchen (model fashion), Johan Hegg (musisi), hingga A$AP Rocky (rapper), selain brand ambassador utama mereka, Dwayne Johnson (aktor dan eks pegulat).

Sejauh ini, Team SMG baru memiliki tiga divisi game di Asia Tenggara. Mereka memiliki tim Mobile Legends: Bang Bang yang tampil di MPL MY/SG dan PUBG Mobile di PMPL MY/SG. Satu lagi divisi yang mereka miliki adalah Valorant di Singapura.
Selain Adidas, Nike, dan Puma yang sudah terlebih dahulu mensponsori tim dan liga besar dunia, kehadiran Under Armour di scene esports Asia Tenggara ini sangat menarik dan bisa menjadi inspirasi bagi organisasi esports lainnya, terutama dari Indonesia, untuk bisa melakukan terobosan yang sama, terlebih jika melihat Team SMG belum memiliki prestasi yang mencolok sejauh ini.
BACA JUGA: BOOM Esports tersingkir secara dramatis dari Valorant Pacific Open 2020