Pro dan kontra terkait pemotongan bonus hadiah uang untuk atlet peraih medali SEA Games 2019, terutama dari kontingen esports terus muncul di media.

Hal ini awalnya bisa ke permukaan karena konten kreator Mikael Antony yang membukanya pada IG Story. Indonesia Esports Association selaku organisasi yang mengepalai para atlet esports tak tinggal diam.



Mereka menjelaskan secara rinci apa maksud dari pemotongan tersebut. Tak tanggung-tanggung, ketua IESPA, Eddy Lim pun turut berbicara soal ini.

Namun, munculnya alasan terkait pemotongan bonus tak serta merta membuat masalah selesai. CEO Rex Regum Qeon, Andrian Pauline, yang sempat menjadi panitia kerja timnas Mobile Legends Indonesia, angkat bicara.

Dia mengaku tidak setuju dengan alasan pengelolaan timnas. AP menyayangkan pemotongan ini. Ia pun berbicara tidak asal karena mengambil contoh yang sama yang terjadi di para ASEAN 2018.

Sepertinya sekarang mulai terbuka bagaimana sebenarnya pengelolaan dan sistem di organisasi. Kita tunggu perkembangan lebih lanjut soal polemik ini.

BACA JUGA: RRQ umumkan kepergian Acil dari tim Mobile Legends