Demo gameplay terbaru Harvest Moon: One World memamerkan fitur gameplay yang berbeda. Tidak seperti seri game sebelumnya, edisi kali ini menyediakan banyak wilayah yang memiliki karakteristik berbeda.
Banyak yang skeptis terhadap kualitas Harvest Moon: One World dibandingkan dengan game simulasi pertanian besar lainnya seperti Stardew Valley dan Story of Seasons. Beberapa penggemar telah mengkritik One World dan percaya bahwa banyak elemennya hanya meniru Story of Seasons.
Tapi developer Natsume telah menunjukkan peningkatan Harvest Moon: One World sejak trailer peluncuran pertamanya dengan mengimplementasikan beberapa fitur baru.

Tampil dalam demo melalui berbagai outlet berita dan YouTuber, tambahan baru terbesar pada Harvest Moon: One World adalah penggunaan banyak wilayah yang terinspirasi oleh lokasi dunia nyata. Akan ada 5 jenis region meliputi: padang rumput Calisson, pulau Halo Halo yang terinspirasi oleh Hawaii, kota gurun Pastilla, desa vulkanik Lebkuchen, dan kota bersalju bernama Salmiakki.
Pemain bukan hanya bisa mengunjungi wilayah baru ini, tapi juga dapat menggarapnya menjadi lahan pertanian. Bangunan pertanian yang ada bisa diangkut dari satu lahan ke lahan lain, tetapi tanaman yang ditanam akan tetap di sana. Keragaman wilayah ini akan menghasilkan variasi tanaman, seperti tomat beku yang tumbuh di Salmiakki.
Namun variasi wilayah juga memberikan tantangan tersendiri, seperti kondisi cuaca. Salah satu contohnya, pemain dapat menggunakan hidangan panas agar tetap hangat di daerah bersalju, mirip dengan Breath of Wild.
BACA JUGA: Tak kunjung terima tebusan dari CD Project Red, pelaku peretasan lelang data curiannya