Dalam sebulan terakhir banyak pemimpin dan politisi dari negara-negara besar dunia menyebut bahwa loot box yang adai di dalam gim online merupakan sebuah perjudian terselubung. Sebagian besar setuju tentang hal tersebut, tetapi ada segelintir yang tak sependapat.
Terlepas dari perdebatan tersebut, kini Entertainment Software Association (ESA) telah menetapkan aturan tentang loot box tersebut. Hal ini pun mendapat respon positif dari para pelaku game besar dunia.
Bahkan, ESA mengumumkan bahwa tiga perusahaan besar game dunia seperti Microsoft, Nintendo, dan Sony telah sepakat dengan kebijakan baru mengenai loot box untuk konsol mereka masing-masing, yaitu Xbox, Switch, dan PlayStation.

Kesepakatan ini didapat melalui workshop Federal Trade Commission tentang perlindungan konsumen pada 7 Agustus 2019.
“Tiga perusahaan telah menunjukkan komitmen terhadap kebijakan baru perihal loot box berbayar di dalam game yang dikembangkan di masing-masing platform dengan menyertakan informasi tentang seberapa langka sebuah item atau peluang pemain mendapatkan item virtual secara random,” ungkap ESA melalui rilis.
Beberapa publisher game besar dunia yang juga merupakan bagian dari ESA juga sudah terlebih dahulu setuju mengikuti perjanjian ini, termasuk Activision Blizzard, Bandai Namco, dan Electronic Arts (EA).
ESA menambahkan bahwa perjanjian ini juga berlaku bagi pembaharuan patch yang menyertakan loot box di dalamya.
Meskipun mustahil kebijakan ini bisa sepenuhnya dilakukan sekarang juga, ESA berharap semua pihak sudah menerapkannya pada 2020.