PUBG Corp. menyampaikan permohonan maafnya terkait masalah koneksi dan performa game yang selalu mengganggu para pemain Player Unknown Battle Grounds baru-baru ini. Pengembang game itu menyatakan bahwa masalah ini terjadi karena upaya penangkalan serangan DDoS (Distributed denial of service).
Pihak pengembang mengklaim bahwa beberapa masalah seperti penurunan frame rate, crushing, dan freezing memang tidak terkait langsung dengan serangan DDoS. Mereka juga meyakinkan para pemain untuk mengghubungi PUBG Corp support team bila mengalami kendala dalam game dan berbagi informasi sebanyak-banyaknya terutama detail spesifikasi hardware yang digunakan.
- Daftar 24 tim yang tampil di regular season PMPL Indonesia Spring Split 2020
- Minim pencapaian memuaskan, Bigetron ION dibubarkan
“Masalah ini sudah menjadi prioritas utama kami. Untuk pemain yang mengalamai berbagai kendala dimohon untuk bersabar,” ucap pengembang.
Terkait serangan DDoS, PUBG Corp mengakui bahwa mereka telah mengalami lonjakan intensitas serangan DDoS pada November lalu, dan terus bertambah hingga saat ini.
PUBG Corp tidak mengatakan siapa dalang atau yang dicurigai di balik serangan ini, namun sayangnya serangan DDoS secara tidak langsung mempengaruhi performa game, “Saat melakukan tes terhadap sistem perlindungan DDoS, lokasi server dipindahkan ke tempat yang lebih jauh dari biasanya sehingga terjadi peningkatan ping dan beberapa masalah lain pada pemain,” ujar PUBG Corp.
Untuk saat ini PUBG Corp terus berusaha mengumpulkan informasi mengenai pelaku dibalik serangan ini untuk menempuh jalur hukum. Dampak yang ditimbulkan serangan DDoS telah diredam hingga 85%. Meski demikian, masalah yang disebabkan serangan itu akan terus berlangsung hingga PUBG Corp bisa menemukan solusi yang tepat.
BACA JUGA: Tencent beberkan slot dari masing-masing ajang untuk tampil di PUBG Mobile World League
