GPX sebagai salah satu tim debutan dalam ajang 2022 PMPL ID Spring tampaknya cukup memberikan performa yang terbaik selama 2 pekan terakhir.

Kendati demikian, ada kalanya mereka terlihat jatuh bangun juga dalam 2 pekan tersebut. Tampil baik di hari pertama namun di hari berikutnya tidak demikian.

Rosemary dkk pun tetap berusaha tampil sebaik mungkin, GPX terus berusaha memaksimalkan segala potensi yang dimiliki.



Namun, di sisi lain ternyata ada beberapa alasan yang lebih kompleks jika dilihat dari sudut pandang analis. Hal itu pun disampaikan oleh Morfe selaku analis tim GPX.

Lebih jauh, ONE Esports kali ini akan mengulas beberapa hal terkait bagaimana performa tim GPX dalam dua pekan terakhir dan apa saja tantangan Morfe sebagai seorang analis.


GPX belum tampil maksimal, Morfe akui ada beberapa tantangan

Ditemui pada sesi media interview 2022 PMPL ID Spring, GPX Morfe menyebutkan ada beberapa tantangan yang ia hadapi sebagai analis tim.

Walau bukan yang pertama kali hadir sebagai analis tim, sang veteran itu mengakui ada beberapa tantangan yang selalu ia hadapi di setiap PMPL.

Tampil terakhir bersama dengan MORPH Supplybang, ia kini bersama dengan GPX yang juga merupakan roster tim akuisisi dari Supplybang.

Menjawab pertanyaan ONE Esports terkait apa kira-kira kesulitan yang ia hadapi saat menghandle tim MORPH atau GPX di ajang PMPL, ia mengungkapkan bahwa chemistry adalah salah satunya.

“Mungkin kalau kesulitan sih, dari chemistry antar pemain ya. Terkadang faktor waktu yang mepet/singkat juga jadi salah satu alasan kurangnya chemistry karena butuh waktu untuk penyatuan antar pemain,” ujarnya.

Hal itu pun mungkin senada dengan apa yang dituturkan Rosemary di sesi sebelumnya, faktor komunikasi yang kurang baik di dalam tim menjadi faktor mereka tampil kurang maksimal.

GPX - Rosemary
Kredit: GPX (Instagram)

Lebih lanjut, Morfe juga mengutarakan beberapa hal yang menjadi tantangan atau PR bagi tim GPX dalam beberapa pekan ke depan.

“PR kami mungkin cukup banyak dari segi basic ya, seperti komunikasi, disiplin, role atau peran masing-masing pemain juga berbagai minor mistake masih kami coba perbaiki ke depan,” sambungnya.

GPX sendiri merupakan salah satu tim yang pemainnya adalah mayoritas dari kota Manado. Morfe juga mengutarakan ia masih berusaha untuk bisa menyatukan para pemainnya.

Hal itu merujuk kepada sosok Gilbert “Belvaa” Edwards yang berasal dari Jakarta (Bogor) yang masih butuh adaptasi untuk bermain dengan rekannya yang asli Manado.

Kredit: GPX (Instagram)

“Ya itu, saya masih coba untuk lebih meningkatkan kekompakan mereka sebagai sebuah tim karena ada yang dari Manado ada yang dari Jakarta (Bogor) juga si Belvaa,” pungkasnya.


Well, semoga nantinya GPX bisa tampil lebih maksimal lagi di week ke-3 ya teman-teman. Mengingat, week ke-3 adalah penentuan menuju babak final 2022 PMPL ID Spring.

BACA JUGA : Rahasia Chemistry Alter Ego Limax di 2022 PMPL ID Spring