Tanggal 21 April merupakan hari lahir R.A Kartini, salah satu sosok penting dalam emansipasi wanita di Indonesia dan diperingati setiap tahunnya untuk mengenang jasa-jasanya dalam kesetaraan gender. Hingga kini, sosok “Kartini” lainnya terus bermunculan, tak terkecuali di dunia esports.

Sejalan dengan peringatan hari spesial tersebut, ONE Esports menghubungi salah satu sosok wanita di scene esports Indonesia yaitu Safira “ShaSha” Dwi Safitri.



Dara cantik yang piawai memainkan game PUBG Mobile ini membuka perbincangan dengan membahas game yang dia gemari sebelumnya.

“Game yang dulu saya mainkan adalah Legacy of Discord dan Mobile Legends,” buka ShaSha.

“Alasannya? Karena menyenangkan dan bisa membuat saya mendapatkan banyak teman.”

Sekarang membela panji The Pillars Slayer, ShaSha adalah satu-satunya wanita yang tampil di PMPL Indonesia yang digelar pada Februari kemarin. “Perasaan tampil satu tim dengan laki-laki? Senang-senang saja karena saya bisa mendapatkan banyak pengalaman untuk dipelajari lagi nantinya.”

Bintang yang piawai memainkan role support dan sniper dengan senjata favorit AWM ini mengakhiri sesi chat dengan mengirimkan pesan pada semua wanita yang ingin menekuni dunia esports.

“Terus belajar, karena perjuangan dengan niat yang tulus tidak akan mengkhianati hasil,” tandasnya.

Sang Kartini muda di bidang esports tersebut mengantarkan The Pillars Esports untuk meraih posisi sembilan di ajang Dunia Games League 2020.

BACA JUGA: Bigetron RA, Alter Ego, dan BOOM Esports jadi tim PUBG Mobile paling populer di Indonesia