Persaingan antara RRQ dengan Persija EVOS memanas pada dua hari terakhir pelaksanaan 2023 PMPL ID Fall di mana Sang Raja hanya berbeda 47 poin dari sang Macan. Performa luar biasa dari RRQ sepanjang minggu ke-2 membawa Nerpehko dkk mantap di papan atas klasemen.
Selain bersaing dengan Persija EVOS, RRQ juga bersaing dengan tim MORPH GPX dan juga tim asal Jawa Tengah, PIGMY Team serta sang juara bertahan, BOOM Esports.
Walau performa RRQ di awal turnamen (minggu ke-1) belum terlalu menonjol, hal itu wajar adanya. Dua penggawa baru, BossKu dan Hexaz masih beradaptasi.

Perpaduan kekuatan dan kematangan yang dimiliki BossKu dan Hexaz ditambah dengan Nerpehko, Asaa dan Mort membuat RRQ semakin kuat.
Menurut sang pelatih, Ferdian “Nougat” Syahputra, alasan ia merekrut Hexaz dan Bossku ke dalam roster adalah karena statistik performa mereka dan kebutuhan tim.
“Jika ditanya mengapa saya memilih Hexaz dan Bossku, untuk Hexaz sendiri sudah saya pantau sejak lama apalagi saya suka mengulik statistik gitu. Saya biasanya menentukan pemain berdasarkan statistik begitu, jadi screening awalnya itu berdasarkan statistik,”

“Kemudian kami trial apakah dia cocok kepribadiannya dengan anak-anak yang lain atau tidak. Hexaz itu kemarin statistiknya saya nilai lumayan (bagus) dan bisa ditingkatkan lagi jadi saya memilih dia begitu juga dengan Bossku yang memang saya rencanakan mengisi posisi support/IGL, jadi saya mau pakai komposisi 3 fragger, 1 support,” ucap Nougat kepada ONE Esports.
- Dropzone ditabrak musuh? Begini cara hadapinya menurut Ryzen
- Persona kocak Microboy sebagai streamer, mirip Donkey!
Nougat menambahkan, pada minggu ke-1 memang anak asuhnya masih terlihat canggung karena masih adaptasi dengan kompetisi yang berjalan. Menurut sang pelatih, chemistry antar-pemain menjadi faktor ketidak-stabilan performa RRQ.

“Minggu pertama itu kami baru dapat masalahnya. Walau menambah dua pemain baru, yang lebih sering berganti posisi adalah Mort dan Bossku, ada 1 faktor di mana masalah chemistry antar pemain jadi di minggu pertama kami baru dapat kendalanya seperti apa, masalahnya untuk kami coba (mencari solusinya),” tambah dia.
Nougat menilai sejak roster baru RRQ dibentuk, dari turnamen off-season yang mereka ikuti berbagai masalah yang ada coba untuk diredam dan dipecahkan. Bahkan, sebelum PMPL berjalan, Nougat sudah memperkuat chemistry tim dengan bonding.
“Dari off-season kami sudah coba beda cari solusi, dan mungkin baru di minggu ke-2 kami baru dapat tempo (permainan)-nya. Kami sudah melakukan bonding, kami sempat jalan-jalan ke bandung setelah turnamen off-season kami 1 tim refreshing sebelum PMPL,” tuturnya.

“Karena sebenarnya Bossku dan Hexaz itu memang sudah saling kenal, sudah klop namun sebagai tim, kami perlu tingkatkan, perkuat lagi chemistry-nya.”
Benahi mindset pemain, Nougat sukses bawa RRQ menggila di minggu ke-2 2023 PMPL ID Fall

Memasuki minggu ke-2, performa RRQ mulai meningkat drastis. Mulai dari mengamankan posisi di late game hingga berkali-kali mendapatkan WWCD bahkan pada hari Kamis (15/6) mereka sukses merebut tiga kali WWCD sekaligus.
Pada hari Jumat (16/6) mereka sukses menambah dua WWCD sekaligus memperkuat posisi di papan atas klasemen. Memperkecil selisih mereka dari Persija EVOS di posisi puncak, dan MORPH x GPX di posisi ke-3.

Menurut Nougat, aspek penting yang ia perbaiki dari anak asuhnya adalah pola pikir atau mindset para pemain. Secara teknis, sang pelatih menilai bahwa timnya tidak memerlukan perbaikan. Namun, RRQ lebih diperkuat dari aspek pola pikir untuk bermain lebih percaya diri.
“Mindset sih, dari rotasi (secara teknis) kami tidak ada masalah. Kami sudah tahu seperti apa karakteristik permainan lawan-lawan kami. Kendalanya mungkin hanya di mindset saja, di minggu ke-2 saya bilang ke mereka untuk bermain lebih lepas, lebih pede lebih all-in,” tegasnya.
“Kemarin di minggu ke-1 itu (mungkin) mereka masih ada overthinking dalam bermain. Jadi keputusan di dalam permainan yang harusnya bisa diambil, tidak diambil jadi serba salah. Setelah kami evaluasi, kami sudah dapat inti masalahnya, ya intinya main lebih lepas saja, lebih enjoy, lebih chill dan lakukan yang terbaik selebihnya pasrahkan hasil kepada Tuhan.”
Nougat melihat tentu ada banyak faktor yang membebani anak asuhnya sehingga RRQ tidak begitu tampil maksimal di minggu ke-1. Namun, di minggu ke-2 sang pelatih meliaht bahwa berbagai gameplan yang direncanakan berjalan dengan baik.

“Saya kurang tahu apa yang membebani mereka, apakah poin tim jadi rencana permainan tidak berjalan. Tapi untuk di minggu ke-2, rencananya sudah mulai berjalan dan menurut saya semua sudah tereksekusi dengan baik,” ungkap sang pelatih.
Selain mindset, Nougat juga menekankan kepada anak asuhnya untuk berkontribusi dalam setiap kondisi di mana RRQ harus mengambil keputusan dan langkah yang tepat. Menurut Nougat, timnya tak begitu menerapkan esensi posisi IGL untuk musim ini.
“Season ini kami tidak menentukan IGL murni sih. Saya sampaikan ke anak-anak harus bisa mikir tidak hanya bermain, bisa berargumen di dalam permainan. Saya percaya Nerpehko untuk final decision tapi semua harus berkontribusi,” tuturnya.

“Saya tidak mau mereka bergantung ke 1 orang, namanya juga manusia bisa berbuat salah. Jadi kami coba meminimalisir hal tersebut dengan mereka bisa berperan dalam setiap pengambilan keputusan di dalam permainan.”
“Tidak ada IGL murni, Bossku juga sama-sama support seperti Mort. Sebelum bermain, kami briefing dulu memastikan semua rencana seperti apa yang harus dijalankan tinggal mereka menyesuaikan kondisinya dan bersyukur Alhamdulillah, itu efektif di minggu ke-2.”
“Mungkin di week 1 mereka masih canggung karena belum ada IGL murni jadi masih ada kekurangan. Setelah kami coba breakdown semua kekurangan dan kami coba cari solusi untuk masalah itu kami sudah dapat jalan tengahnya,” tambah dia.
Keberhasilan performa RRQ di minggu ke-2 2023 PMPL ID Fall menuai reaksi positif dari CEO RRQ Andrian “AP” Pauline. Menurut Nougat, Pak AP cukup bangga dengan usaha anak asuhnya sejauh ini karena mereka terbilang baru.
Nougat menjelaskan visi besar timnya di tahun 2023 ini untuk bisa menembus kompetisi global PUBG Mobile (PMGC) yang akan diadakan di Turki akhir tahun nanti.

“Beliau (responsnya) sih lumayan senang ya. Senang, bangga dan beliau tidak menyangka karena tim ini baru dibentuk juga dari manajemen. Tidak ada tekanan menjadi yang terbaik seperti apa namun kami tetap harus memberikan yang terbaik,” ungkap Nougat.
“Mungkin mereka lebih menghargai prosesnya terlebih dahulu dari kami. Karena tujuan akhir kami di tahun ini adalah lolos ke PMGC. Jadi dari PMPL ini kami jadikan pembelajaran agar di PMSL kami bisa lebih maksimal untuk meraih tiket PMGC.”
Terakhir, Nougat menekankan bahwa penting bagi anak asuhnya berfokus dalam setiap langkah kecil yang mereka lakukan di PMPL. Walau dalam keadaan senang atau seperti apapun, mereka harus tetap fokus menjalani setiap match.
Nougat menambahkan, lawan sesungguhnya bagi RRQ bukanlah 15 tim peserta lainnya melainkan cara pemain-pemainnya untuk mengendalikan diri sendiri.
“Satu yang saya tekankan, kami tidak perlu berpikir juara atau tidak. Yang penting fokus ke setiap match yang dijalani, setiap rotasi yang dilakukan kalau kami bermain dengan baik hasilnya pasti akan sama baik itu selalu saya tanamkan,” pungkasnya.
“Walaupun baru (dapat) WWCD harus reset (emosi) lagi. Tidak boleh terlena walau kemarin kami dapat 3 WWCD berturut-turut harus reset terus emosinya. Tidak boleh cepat merasa puas yang penting lakukan yang terbaik di setiap match, circle ke circle dan intinya hindari berbagai kesalahan-kesalahan sekecil apapun.”
“Mungkin kami perlu melihat langkah kecil sebelum melihat tujuan yang lebih besar. Fokus dalam hal-hal kecil pasti hasilnya akan jauh lebih baik. Kontrol diri sendiri, itu yang terutama, intinya bukan tentang kami melawan 15 tim lainnya tapi melawan diri sendiri.”
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA : Jadwal 2023 PMPL ID Fall, format, hasil, dan cara menonton