PMCA 2022 (PUBG Mobile Campus Ambassador) telah berakhir dengan Livia Angie Tania selaku wakil dari Universitas Pelita Harapan menjadi juara.

PMCA 2022 merupakan event tahunan yang sudah digelar sejak pertama kali PMCC (PUBG Mobile Campus Championship) diadakan 3 tahun lalu.

Beberapa alumni-alumni dari PMCA umumnya adalah wajah-wajah yang cukup menghiasi scene kompetitif PUBG Mobile baik sebagai Brand Ambassador hingga Pro Player.

Kredit: PUBG Mobile Indonesia

Sebut saja, mulai dari Meutia Maharani atau BTR MUTE (2019), Stefanny Tanner atau BTR Tanner (2020), Clarissa Novianty (2021) semua adalah wajah familiar di esports.



Bahkan yang tidak menjadi pemenang sekalipun, tetap memiliki kesempatan karier yang sama besarnya dengan para jawara yang telah disebutkan.

Akan tetapi, PMCA 2022 yang penuh warna kali ini, menuai reaksi yang kurang baik dari beberapa pihak dari komunitas terkait keputusan panitia.

Mereka menganggap jika kemenangan Livia Angie Tania dipertanyakan, mengingat Angie adalah salah satu Brand Ambassador yang identik dengan game di luar PUBG Mobile.


Juara PMCA 2022 dinilai bukan dari komunitas PUBG Mobile, begini reaksi Bro Pasta

Kredit: Bro Pasta

Benar saja, keputusan tersebut menuai reaksi yang kurang baik dari para penggemar. Livia Angie Tania atau yang kerap disapa Angie adalah Brand Ambassador dari AURA Esports yang lebih identik dengan permainan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).

Partisipasinya dalam ajang PMCA 2022 tentu tidaklah dilarang mengingat, ia juga pasti bermain game PUBG Mobile.

Kredit: AURA Angie Tania

Berbagai kritik dan penilaian negatif dilontarkan oleh para penggemar, salah satunya mengarah ke salah satu caster PUBG Mobile, Bro Pasta.

Salah satu penggemar menilai jika Angie Tania tidak layak untuk menjadi juara dibanding kontestan lain yakni BTR Jessie (UMN) hingga ONIC CECIL (Univ.Podomoro).

Namun, Bro Pasta menilai jika hal tersebut sah-sah saja berdasarkan penilaian para juri. Ia tentu paham dan respek terhadap kapabilitas para dewan juri.

“Kalo masalah ‘kenapa yang dikenal di game lain boleh masuk ke PMCA PUBGM’ menurut saya sah saja mereka coba peruntungan di PUBG Mobile melalui PMCA. Tinggal nanti dari penjuriannya lah yang akan membawa mereka juara/tidak,”

Kredit; Bro Pasta

“Tentunya melewati persyaratan yang sudah ditentukan oleh juri. Kalau ada penilaian jelek di 1 aspek tapi di aspek penilaian lain bagus, skor nilai mereka buat jadi juara juga akan bagus,” tulis Bro Pasta melalui Instagramnya.

Sepakat jika Angie Tania wajar saja dianggap sebagai pemenang melalui penilaian juri. Bro Pasta tetap nilai kompetisi PMCA 2022 memiliki beberapa kekurangan.

“Menurut saya minusnya season ini di PMCA adalah transparansinya, bentuk-bentuk penilaiannya. Mungkin karena sebelum-sebelumnya masih bisa offline, kalau sekarang online,” sambungnya.

“FYI secara metode dan penilaian semuanya hampir sama seperti season PMCA sebelumnya. Ada interview, kuis, konten dan sebagainya. Cuma mungkin dokumentasi untuk sharenya ga sebanyak tahun sebelumnya. Jadi terkesan kurang fair untuk beberapa kandidat,” tutupnya.

Sampai hari ini mungkin masih ada berbagai reaksi yang kurang baik dari para penggemar, akan tetapi semoga mereka bisa menghormati keputusan dewan juri.

BACA JUGA : PMGC 2022: Jadwal, format, hasil pertandingan dan cara menonton