Beberapa waktu lalu, Alter Ego resmi merekrut semua eks player Aerowolf LIMAX untuk menjadi bagian dari divisi PUBG Mobile mereka. Hal ini menjadi kabar baik bagi Alter Ego, sekaligus menjadi tanda tanya bagi player-player yang sudah terlebih dahulu berada di dalam roster.

Seperti telah disinggung pada naskah ONE Esports sebelumnya bahwa bergabungnya lima player, plus satu pelatih dari LIMAX ini telah membuat roster Alter Ego kini berisikan sembilan orang player.

Jumlah player sebanyak itu juga sebelumnya telah melalui proses perampingan, di mana Alter Ego telah melepas empat player mereka, yaitu Datmosh, Supervan, Martin, dan Smithh, sebelum menyambut kehadiran LIMAX.

PUBG Mobile, Alter Ego, LIMAX
Kredit: Instagram/AlterEgo Esports

Kedalaman roster seperti ini tentu tidak akan ideal bagi sebuah tim PUBG Mobile mana pun. Meski memiliki banyak pilihan di dalamnya, situasi ini bisa membuat tim menjadi tidak kondusif karena ada banyak player yang merasa posisi dirinya tengah terancam.

Lebih lanjut, gemuknya roster PUBG Mobile milik Alter Ego ini juga telah menghadirkan asumsi di kalangan fan dan komunitas bahwa mereka kini memiliki dua roster berbeda di dalam divisi yang sama, layaknya Bigetron RA dan Bigetron ION di masa lalu.

Ditambah lagi pada ajang PUBG Mobile National Championship Indonesia (PMNC ID) 2021, Alter Ego diwakili oleh seluruh pemain LIMAX yang membuat masa depan para pemain seperti Matthew, Badru, EXC, dan Requiem menjadi tanda tanya besar.



Alter Ego tak punya 2 tim PUBG Mobile

PUBG Mobile, Matthew, Alter Ego
Kredit: Instagram/AlterEgo Esports

Menanggapi kabar angin yang tengah berhembus di kalangan fan dan komunitas, Matthew mencoba meluruskan semuanya pada podcast saat melakukan live streaming di Nimo TV.

Secara tidak langsung, eks player ONIC Esports itu membantah bahwa Alter Ego saat ini memiliki dua tim PUBG Mobile berbeda.

“Memang benar ada beberapa pemain yang sudah di farewell. Sementara yang belum di farewell masih menjadi bagian dari Alter Ego. Nah, ke depannya nanti kami bisa sesuaikan, kalau memang sekarang sudah baik,” ucap Matthew dalam live streaming-nya seperti dikutip dari RevivaLTV.

“Kalau ada yang perlu ditambahkan, akan kami tambahkan. Sebaliknya kalau tidak perlu, ya tidak akan ada perubahan. Maka dari itu, kini kami sedang mencari komposisi terbaik dengan pondasi terbaru yaitu LIMAX,” tuturnya.

Dengan kata lain, Matthew mengatakan bahwa saat ini Alter Ego tengah berusaha mencari komposisi tim terbaik dengan menggunakan tim LIMAX sebagai pondasi utama.

Jika nantinya Alter Ego LIMAX bisa berprestasi, maka masa depan para pemain lainnya akan ditentukan oleh organisasi. Sementara jika kurang memuaskan, maka para player lainnya bisa menjadi alternatif tambahan untuk memperbaiki tim tersebut.

Di dunia profesional, hal seperti ini lumrah terjadi. Bukan tidak mungkin ada seorang player hebat harus kehilangan posisinya dan mencari tim baru, jika ada player lain yang terbukti dapat meningkatkan performa tim tersebut ketimbang sebelumnya.

Kita sebagai bagian dari komunitas esports Indonesia hanya bisa berharap segala yang terbaik bagi seluruh player dan tim Alter Ego untuk bisa terus berkembang dan menjadi wakil Tanah Air yang berprestasi di level internasional.

BACA JUGA: G9 ungkap alasan pilih gabung ke Buriram sebagai pinjaman dari RRQ