Beberapa hari lalu sebuah kabar mengejutkan muncul dari The Pillars Esports, di mana mereka memutuskan untuk melepas semua player PUBG Mobile mereka, Slayers. Padahal, tim ini memiliki potensi besar untuk mengangkat nama organisasi menjadi lebih besar.

Sejak pertama kali diakuisisi dan berubah nama menjadi The Pillars Slayers, tim ini memang belum pernah memberikan prestasi besar kepada organisasi. Namun, Boboho dkk mampu beberapa kali menunjukkan performa hebat dan mengejutkan banyak pihak.

Prestasi terbaik yang pernah ditunjukkan The Pillars Slayers ada di babak final PUBG Mobile Pro League (PMPL) Indonesia Season 1. Setelah hanya finis di posisi ke-16 di musim reguler, mereka sukses terbang tinggi, meski hanya mencapai posisi keempat dan hanya berselisih dua poin dengan ONIC Esports untuk lolos ke PMPL SEA Finals.

Namun di PMPL ID Season 2, performa The Pillars Slayers menurun. Di musim reguler mereka finis di posisi ke-12, sementara di babak final, mereka hanya duduk di peringkat ke-11 dari 16 tim.

Di sisi lain, The Pillars Slayers beberapa kali berhasil menunjukkan gameplay mereka yang luar biasa. Mereka berhasil beberapa kali memenangi pertempuran dengan tim lain dalam posisi yang kurang menguntungkan dan meraih beberapa Winner-Winner Chicken Dinner di sepanjang PMPL ID Season 1 dan 2.

Kendati mengejutkan, tentu ada alasan di balik perpisahan antara The Pillars dengan Slayers. Hal ini disebabkan oleh belum diketahuinya kapan PMPL ID Season 3 akan digelar pada 2021 dan permasalahan pendanaan atau keuangan yang dihadapi organisasi.

Hal ini diungkapkan oleh CEO The Pillars Esports, Raihan Muhammad, dalam acara Planet Esports di channel YouTube RevivaLTV, Kamis (17/12/2020).

“Kami memang tengah mengalami kendala dari sponsorship. Masa pandemi ini juga cukup berdampak kepada funding. Kami sebenarnya sudah mengejar sponsor lain, tetapi di masa pandemi ini semuanya memilih untuk menahan-nahan dan mundur. Jadi, mau tidak mau kami harus melepas mereka semua (pemain Slayers),” ucap Raihan.

“Kami juga sangat menyayangkan harus melepas mereka karena memiliki gameplay yang bagus. Namun kami harus berpikir agar bisa tetap sustain (sustainability atau berkelanjutan) di industri ini,” tuturnya.



Di sisi lain, Boboho yang juga tampil di acara itu mengatakan bahwa sejauh ini dirinya dan para player Slayer lainnya akan tetap bersama untuk mengikuti ajang Pesta Akhir Tahun. Baru setelah itu, keputusan akan diambil, apakah mereka akan terus bersama atau berpencar.

Di ajang Pesta akhir Tahun, Slayers berhasil menjadi juara dengan raihan satu WWCD, tetapi sangat konsisten dalam meraih placement poin. Mereka finis di puncak klasemen dengan raihan 98 poin atau unggul tujuh dari Geek Fam ID di peringkat kedua.

Keberhasilan Slayers menjadi juara ini membuat peluang mereka untuk tetap bersama menjadi semakin besar. Namun, bukan tidak mungkin setiap pemain memilih jalur kariernya masing-masing yang dianggap sebagai piliahan terbaik.

BACA JUGA: Scene PUBG Mobile dan RRQ mendominasi ajang Indonesia Gaming Awards 2020