Bigetron RA kini telah selesai mengarungi turnamen PUBG Mobile Global Championship (PMGC) Season 0. Setelah memainkan 29 game, mereka finis di peringkat kelima. Selama tampil di ajang tersebut, ada banyak hal yang terjadi pada kubu Bigetron RA.

Kendala pertama yang dialami oleh Bigetron RA adalah Luxxy dan Zuxxy yang dinyatakan positif COVID-19 jelang turnamen berlangsung. Kondisi ini membuat turnamen harus berubah format dari offline menjadi online, sekaligus menghadirkan permasalahan baru, di mana kedua pemain tersebut pun harus bermain terpisah dengan rekan satu timnya.

Perubahan format turnamen ini juga membuat kesiapan penyelenggara dalam memastikan koneksi yang digunakan setiap tim bisa terjamin menjadi tantangan tersendiri, hingga beberapa tim, termasuk Bigetron RA harus bermain dalam keadaan lag di hari pertama.

Selain dari faktor eksternal, Bigetron RA pun mengalami masalah internal, di mana Microboy merasa tidak mampu mengeluarkan performa terbaiknya di beberapa hari terakhir turnamen. Hal ini membuat sang pemain meminta pelatih untuk memainkan LiQuiD secara penuh pada hari terakhir PMGC Season 0 dan mendapat persetujuan dari semua orang yang ada di dalam tim.

Namun perlu diingat, bahwa persetujuan untuk memainkan LiQuiD secara penuh di hari terakhir ini juga bukan diambil karena terpaksa. Hal ini justru disebabkan oleh performa hebat yang ditunjukkan LiQuiD setiap kali mendapat kesempatan bermain.

Hal ini diungkapkan oleh Luxxy dan Zuxxy dalam acara Planet Esports di channel YouTube RevivaLTV pada Kamis (28/1/2021). Mereka berdua mengaku senang melihat performa eks player NFT Esports dan ION Esports itu ketika menggantikan Microboy.

“Feeling saya saat lagi main, setiap kali LiQuiD berhasil meng-knock orang menggunakan Kar atau M24, kami seakan mendapat momentum. Kami seperti merasa sangat siap untuk perang. Dapet aja feeling-nya,” kata Zuxxy.



Lebih lanjut, Luxxy juga mengakui kemampuan LiQuiD. Tak hanya cocok untuk menggantikan Microboy, tetapi juga hingga mengatakan bahwa permainan sniper dari LiQuiD adalah yang terbaik di dunia.

“Permainan sniper-nya LiQuiD gila banget sih. Saya bisa bilang bahwa dia adalah sniper terbaik di dunia. Nanti kita buktiin kalau LiQuiD main di turnamen berikutnya,” kata Luxxy.

“LiQuiD bagus banget dan bisa menempatkan diri seperti Microboy. Menurut saya LiQuiD itu serba bisa untuk ditempatkan di mana saja karena bisa ikut membuat keputusan, bisa mengoreksi kesalahan tim, kalau kami kebingungan dia bisa ngasih tahu (memberi solusi). Semua itu membuat dia bisa menggantikan Microboy. Jadi tidak ada bedanya antara Microboy dengan LiQuiD,” tuturnya.

Dengan kata lain, hengkangnya Microboy dari roster Bigetron RA saat ini bisa dibilang tidak akan banyak memengaruhi kekuatan tim serta tidak akan membuat manajemen Bigetron Esports untuk mencarikan player baru sebagai pengganti.

Di sisi lain, Zuxxy sempat menurutkan bahwa tambahan apa yang saat ini dibutuhkan oleh Bigetron RA adalah pelatih yang bisa memperbaiki mental tim agar ketika bermain, ego masing-masing tidak muncul atau terlalu menonjol.

BACA JUGA: Tolak perpanjang kontrak, Microboy resmi berpisah dengan Bigetron RA