Baru-baru ini seorang gamer, youtuber, dan pemilik WAW Esports, Reza “Arap” Oktovian, mengomel di akun Twitter-nya setelah salah satu pemainnya dari divisi PUBG Mobile, Bima Fauzan Azima alias Cupaw, memilih bemain di bawah bendera Louvre Esports dalam sebuah turnamen tanpa izin.
Cupaw kedapatan telah melanggar kontrak kerja dengan WAW Esports setelah memilih bergabung bersama Louvre untuk mengikuti sebuah turnamen PUBG Mobile di Bandung beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Merasa dicurangi Cupaw dan Louvre, Reza Arap mengomel di Twitter
Hal ini pun telah diakui secara langsung oleh Cupaw setelah dihubungi oleh GGWP.id perihal permasalahannya bersama WAW Esports itu serta keputusannya bermain untuk Louvre.
Kepada GGWP.id, Cupaw mengaku bahwa dirinya bermain di turnamen tersebut karena dirinya sudah lama mengenal para pemain Louvre.
Cupaw mengaku bahwa dirinya ingin mencari achievement bersama tim lain karena merasa sudah tidak cocok dengan WAW Esports dan hanya akan menjadi beban bagi tim.
Selain itu, Cupaw juga mengaku bahwa dirinya berniat bermain bersama Louvre di turnamen tersebut untuk mendapatkan penghasilan tambahan karena harus membantu keuangan orang tuanya.
Bukan berniat untuk menyudutkan sang pemain, tetapi dari jawaban-jawaban Cupaw tersebut, tidak ada satu pun pernyataan yang bisa dibenarkan untuk dilakukan oleh seorang pemain profesional.
Sikap dan perilaku yang ditunjukkan Cupaw itu hanya bisa dilakukan oleh seorang yang tidak terikat kontrak dengan sebuah institusi atau organisasi alias pemain amatir.
Seorang pemain profesional, baik di esports mau pun bidang pekerjaan lainnya, harus selalu bisa menghormati kontrak yang telah disepakati karena pada dasarnya hal tersebut lah yang membedakan mereka dengan pemain amatir, bukan kemampuannya.
Jika seorang pemain profesional tidak bisa menghormati kontrak tersebut, maka institusi atau organisasi bersangkutan berhak menjatuhkan sanksi, baik dalam bentuk larangan bermain, pemotongan gaji, hingga kewajiban membayar penalti, sesuai dengan ketentuan yang telah tertuang di dalam kontrak.
Dengan adanya kasus antara Cupaw dengan WAW Esports ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi para pemain lainnya untuk bisa lebih memahami lagi arti menjadi pro player agar terhindar dari masalah dan kejadian yang sama tidak terulang lagi.