Gelaran PMPL SEA Championship Season 3 telah berakhir pekan lalu, Minggu (23/5/2021). Ajang tersebut berhasil dimenangi oleh salah satu wakil dari Thailand, The Infinity.
Performa hebat yang berhasil ditunjukkan oleh The Infinity dalam dua hari terakhir di PMPL SEA Championship Season 3 begitu memukau, hingga mereka berhasil melesat dari papan tengah hingga kokok di puncak klasemen.

Keberhasilan yang ditunjukkan oleh The Infinity ini sekaligus menggeser wakil Indonesia, Aura Esports, yang dalam dua hari pertama berhasil menguasai puncak klasemen.
Hadirnya Aura Esports di puncak klasemen ini juga cukup mengejutkan, mengingat performa Jeixy dkk juga tidak terlalu mencolok di PMPL ID Season 3, baik di musim reguler dan grand final. Berbeda dengan Bigetron RA yang cukup konsisten.
Kondisi ini membuat banyak pihak yang percaya bahwa Bigetron RA akan menjadi penantang gelar utama di PMPL SEA Championship Season 3, atau setidaknya perwakilan terbaik Indonesia di ajang tersebut. Namun faktanya, titel tersebut berhasil diraih oleh EVOS Reborn yang finis di peringkat runner-up.

- Tujuan awal The Infinity tampil di PMPL SEA S3 hanya untuk have fun
- PUBG: New State punya spek ramah, tapi lebih tinggi dari pendahulunya
Performa Bigetron RA di PMPL SEA Season 3
Sebelum dimulainya PMPL SEA Championship Season 3, kubu Bigetron RA sempat diterpa masalah dengan kondisi fisik Ryzen yang tengah tidak prima. Alhasil, sang rusher andalan tim tersebut beberapa kali digantikan oleh KINGZZ.
Namun pelatih Bigetron RA, Jangs, menolak menjadikan hal tersebut sebagai alasan bagi timnya untuk tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya di PMPL SEA Championship Season 3 saat mendapat pertanyaan dari player FaZe Clan, Korpaii, dalam sebuah podcast di Nimo TV setelah turnamen berakhir.
Bahkan Jangs mengatakan bahwa performa Bigetron RA menurun karena faktor Ryzen sedang tidak fit adalah sebuah alasan bodoh.

Dalam hal ini, Jangs lebih menitikberatkan kemampuan tim-tim lain dalam menganalisis permainan Bigetron RA, hingga timnya kesulitan untuk berkembang.
“Kita tahu bahwa ini sudah musim ketiga untuk PMPL SEA dan mungkin saat ini semua tim sudah semakin baik dalam menganalisis permainan Bigetron RA dan memperbaiki gameplay mereka. Di sisi lain, kami tidak berkembang. Semua ini adalah kesalahan saya,” ucap Jangs seperti dikutip dari channel YouTube Tryboy Gaming.
Pada kesempatan yang sama, Korpaii juga mengungkapkan pendapatnya mengenai apa yang membuat FaZe Clan begitu terpuruk di PMPL SEA Championship Season 3 dengan hanya finis di peringkat ke-12.
Korpaii berpendapat bahwa timnya gagal menunjukkan performa terbaiknya karena salah satu player mereka, Nattawut “TonyK” Muensa, tidak bisa bermain karena masih berumur 15 tahun atau tidak memenuhi standar usia dari penyelenggara turnamen.
BACA JUGA: Microboy bersyukur bawa EVOS Reborn jadi runner-up PMPL SEA Season 3