Partai grand finals untuk turnamen PUBG Mobile Pro League (PMPL) Indonesia Season 1 sudah dimulai pada Jumat (3/3/2020). Pada fase ini, 16 tim terbaik dari musim reguler berjuang untuk menjadi yang terbaik demi lolos ke PUBG Mobile World League, atau setidaknya finis di posisi tiga besar agar peluang tersebut tetap hidup.

Pada hari pertama PMPL Indonesia Season 1 yang mempertandingkan lima ronde yang digelar secara berturut-turut di map Erangel, Miramar, Sanhok, Erangel, dan Miramar ini menghadirkan sebuah kejutan.

The Pillars Slayer yang lolos ke babak grand finals dalam kondisi terseok-seok setelah hanya menduduki posisi ke-16 atau terakhir, sukses menunjukkan performa hebat. Mereka sukses meraih dua Winner-Winner Chicken Dinner (WWCD) di hari pertama pada ronde pertama dan keempat.

Pada ronde pertama, The Pillars Slayer sukses mendapatkan WWCD pertama setelah sukses memenangi pertampuran terakhir menghadapi Alter Ego dan mendapatkan total 10 kill.

Sementara pada game keempat, tim bentukkan Nazril Irham alias Ariel NOAH itu sukses mendapatkan WWCD setelah mampu menjinakkan Bigetron Red Aliens di pertempuran terakhir. Pada pertandinga ini The Pillars Slayer sukses mengumpulkan 14 kill points.

Raihan ini membuat The Pillars Slayer sukses menjadi tim peraih placement point terbanyak dengan 50 poin. Selain itu mereka juga menjadi tim paling garang pada hari pertama ini dengan raihan 29 kill atau terbanyak ketimbang tim lain.

Selain The Pillars Slayer, tim-tim lain yang sukses meraih WWCD pada hari pertama ini adalah Louvre Esports, Red Rocket Cosmic, dan Bigetron RA, masing-masing pada ronde kedua, tiga, dan lima.



Seperti biasa, jika kita berbicara soal PUBG Mobile di Indonesia, nama Bigetron RA akan selalu menjadi perhatian utama. Pada hari pertama ini mereka kembali telat panas seperti di turnamen-turnamen sebelumnya, meski selalu mampu berakhir di papan atas klasemen.

Pada hari pertama ini, Bigetron RA mengawali langkahnya dengan finis di posisi ke-10 sebelum bangkit pada game kedua dengan merebut posisi ke-3, sebelum kembali anjlok di ronde ketiga di peringkat ke-16.

Di dua ronde terakhir para pemain Bigetron RA baru panas dan sukses menunjukkan konsistensinya. Setelah gagal merebut WWCD pada ronde keempat dari tangan The Pillars Slayer, mereka baru mampu mendapatkannya di ronde kelima.

Unggul dalam jumlah pemain, Bigetron RA sukses melumat dua tim lainnya yang tersisa di pertampuran terakhir, yaitu RRQ RYU dan Aura Esports dengan torehan 10 kill.

Meski telat panas, hasil ini menjadi model besar bagi Bigetron RA untuk menapaki puncak klasemen karena kini mereka hanya terpaut 10 poin dari The Pillars Slayer yang berada di puncak. Semua kemungkinan masih akan bisa terjadi karena masih ada 11 ronde lagi yang akan dipertandingkan di grand finals PMPL Indonesia Season 1.

https://www.instagram.com/p/B-hY-XXjrft/

BACA JUGA: Jalin kerja sama dengan ESL, PUBG Mobile bakal punya studio khusus di Katowice