Menurut laporan Business Insider, KRAFTON Inc (perusahaan induk PUBG Corp) mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan Microsoft Azure yang merupakan layanan komputasi Public Cloud Microsoft dan pendistribusi game dalam skala global. Kolaborasi ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah hak privasi dan mematuhi semua peraturan hukum yang berlaku di India.

Spekulasi tentang siapa yang akan dipilih PUBG Corp sebagai penerbit baru PUBG Mobile di India awalnya berhembus ke arah Jio. Namun pada akhirnya Microsoft menjadi pilihan PUBG Corp.

Kredit: True Gamer Inside

Pada awal September lalu, pemerintah India mengeluarkan pengumuman mengenai larangan PUBG Mobile dan PUBG Mobile Lite di negaranya. Mereka memutuskan untuk melarang aplikasi ini beredar dengan alasan telah mengancam kedaulatan dan integritas India serta melanggar ketertiban umum.



Seperti dilansir Business Insider, PUBG Mobile mencoba kembali ke India dengan menggaet layanan cloud Microsoft Azure. Perusahaan induk PUBG, Krafton Inc, baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan Microsoft yang akan memungkinkan PUBG Mobile berjalan di layanan cloud Azure. Ini akan memungkinkan PUBG Mobile untuk berjalan tanpa masalah pengumpulan data yang menjadi dasar utama mengapa pemerintah India melarang penerbit seperti Tencent dan NetEase beroperasi di negaranya.

Mengembalikan PUBG Mobile ke India telah menjadi perhatian utama pengembang dan penerbit dalam beberapa waktu ini. Upaya tersebut diawali dengan menghapus Tencent dari tugas penerbitan game. Sistem cloud Microsoft Azure tidak mengharuskan pemain memuat data langsung ke platform mereka, mungkin itulah yang dibutuhkan PUBG Mobile untuk bisa kembali ke India.

Masih belum ada konfirmasi apakah Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India merasa upaya ini cukup untuk menyelesaikan masalah kekhawatiran mereka tentang pengumpulan data PUBG. Kemungkinan besar kita akan mengetahuinya dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA: Gunakan versi Korea, player India masih bisa bermain PUBG Mobile