Sebagai tim yang diunggulkan, Bigetron Red Villains sudah mengambil pelajaran penting di Group Stage PMGC 2023.
Harapan menuju ke Grand Final masih ada, pintu masih terbuka lebar. Saat ini, masih Morph GPX wakil Indonesia yang sukses melangkah ke Istanbul, Turki.
Menanggapi banyaknya kekurangan yang memang dimiliki oleh Bigetron Red Villains, ketika mereka tak tampil maksimal di Group Stage PMGC 2023 ternyata ada satu hal yang mampu mereka pelajari dari rekan senegara mereka, Morph GPX.
Hal tersebut disampaikan oleh caster, Florian “Wolfy” George. Kira-kira apa yang bisa dipetik Bigetron Red Villains dari Morph GPX?
Kelebihan Morph GPX yang harus ditiru Bigetron Red Villains di PMGC 2023

Dari hasil yang diterima Bigetron Red Villains pada babak Group Stage PMGC 2023, menurut Wolfy semua adalah faktor perbedaan ritme permainan yang terjadi di dalam turnamen pada para peserta yang berada di Grup Yellow.
Wolfy menyebutkan keunggulan Bigetron pada hari pertama, adalah dikarenakan game plan bertahan mereka sangatlah baik.
“Menurut saya itu hanya masalah tekanan. Pada hari pertama, bukan saya bilang BTR tidak bagus harinya tapi memang hari yang di luar nalar enak untuk BTR,” ucap Wolfy.

“Lihat berapa kali mereka dapat zona? Fair bagi mereka untuk mempertahankan zona, tapi banyak poin mereka itu diraih ketika mereka dapatkan zona berkali-kali dan orang berusaha menabrak dalam kondisi yang tidak menguntungkan, BTR habisin.”
Lebih lanjut ia menyoroti perbedaan Bigetron di hari ke-2 hingga ke-4. Wolfy menyebutkan apa yang membedakan Bigetron dengan MRPX.
Wolfy menilai bahwa Bigetron belum memiliki game plan yang matang saat harus mengejar zona berbeda dengan Morph GPX di sisi lain, unggul karena mereka tahu apa yang mereka lakukan ketika mengejar dan masuk ke dalam zona.
“Tapi hari ke-2, ke-3, ke-4 itu beda gameplay total. Mereka yang mengejar zona, bukan zona (bergerak) ke arah mereka, itu gameplay yang sangat berbeda,” tuturnya.

“Saya melihat BTR ketika tidak dapat zona belum punya plan yang matang untuk menguasai zona seperti apa, beda sama MRPX. Ketika mereka (MRPX) tidak dapat zona, (mereka) main di pinggir (lalu) masuk ke zona dan mereka tahu harus apa untuk menguasai zona tersebut,” tambah dia.
Penjelasan tersebut sudah menjadi bukti bagaimana perbedaan gameplay antara BIgetron Red Villains dan Morph GPX.
Semoga dari analisis yang disampaikan Wolfy, mampu memberi insight baru bagi Bigetron menghadapi babak Survival Stage PMGC 2023.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA : Jadwal lengkap PMGC 2023, format, hasil pertandingan dan cara menonton