Victim 365 sebagai sebuah nama baru di 2022 PMPL ID Spring tampaknya memang masih membutuhkan banyak waktu untuk membenahi diri.
Pasalnya, walau diisi oleh roster-roster berpengalaman, sang ‘ninja’ masih belum menunjukkan performa terbaik mereka sejauh ini.
Hal itu pun mengherankan, roster yang dimiliki oleh V365 pun bukanlah roster yang terbilang baru dalam scene major kompetitif PUBGM.
Lebih jauh, mereka pun memiliki staf kepelatihan yang diisi oleh veteran-veteran terbaik seperti XVE, Yohapets hingga Anang “RBJ”.
- Jadwal 2022 PMPL ID Spring, klasemen, hasil dan format turnamen
- Bagai air dan api, inilah perbedaan BTR RA dan ION Esports menurut Kingzz
Lantas, apa yang membuat mereka menjadi kurang maksimal di 2022 PMPL ID Spring kali ini? Dari segi komposisi mulai dari roster hingga staf sudahlah kompleks.
Apakah ada faktor besar yang menjadi hambatan/kesulitan mereka saat ini? Salah satu pemain dari V365 yakni Kean pun mengungkap alasannya.
ONE Esports kali ini akan membahas beberapa hal tentang V365 dan alasan mengapa mereka tidak berhasil memberi penampilan tebaik mereka sejauh ini.
Alasan di balik Victim 365 kurang maksimal, Kean: “Kami terlalu overpede!”
Ditemui pada saat media interview 2022 PMPL ID Spring, Kean selaku salah satu pemain dari tim V365 pun menjawab beberapa pertanyaan mengenai timnya.
Menanggapi pertanyaan PUBG Mobile Indonesia terkait mengapa V365 masih belum bisa bangkit, Kean pun hanya menjawab bahwa mereka terlalu overpede.

Hal itu juga yang kemudian membuat mereka jadi kurang ngoyo/ngotot dan cenderung ‘ngetroll’ dalam setiap game, ia juga mengungkap timnya sudah overpede sejak sebelum musim dimulai.
“Alasan kami kurang maksimal, sepertinya dikarenakan kami overpede ya. Jadi mainnya keliatan kaya sering ‘ngetroll’ gitu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ONE Esports juga mempertanyakan apa lagi yang menjadi kekurangan mereka dengan struktur yang sudah sangat kuat di dalam V365 saat ini terlebih mereka memilki Anang RBJ.
Kean pun menjawab dari segi struktural mereka sudah tidak memiliki kekurangan lagi, ia menyebut bahwa Anang banyak membantu dari segi taktis dan analisis.
“Menurutku dengan struktur (yang kuat) seperti ini sih tidak ada yang kurang sebenarnya ya. Apalagi kita juga punya analist seperti mas Anang,” sambungnya
Kemudian, ONE Esports pun mempertanyakan kepada Kean bagaimana pengaruh atau kinerja sosok Thomas “XVE” Vetra sebagai pelatih tim.
Kean pun menjawab banyak hal sudah dilakukan oleh seorang Xve, khususnya dalam pemberian motivasi, perbaikan mental hingga karakter.
“Kemudian kita juga punya bang thom (Xve), bang thom udah banyak membantu kita dari segi karakter pemain ya. Mental kita juga udah dibuild lebih siap dalam menghadapi situasi yang bagaimanapun,” pungkasnya.
Saat ini Victim 365 sedang berada di posisi 6 klasemen sementara week ke-3, mungkin dari 2 pekan sebelumnya mereka telah belajar banyak ya teman-teman.
Semoga permainan mereka ke depannya semakin baik dan mereka dapat belajar dari berbagai kekurangan di pekan sebelumnya untuk tampil lebih baik ke babak Finals.
BACA JUGA : Begini kata S1NYO terkait rivalitas antara EVOS Reborn dan BTR RA