Akhir-akhir ini jagat esports Indonesia tengah ramai membicarakan tentang situasi atau kondisi keuangan yang memburuk dari salah satu organisasi terbesar Tanah Air, Aerowolf Pro Team. Bahkan sempat ada kabar bahwa hal ini sampai membuat gaji para pemain tidak dibayarkan.
Hal ini mencuat setelah beberapa player dari divisi-divisi esports Aerowolf, terutama Genflix Aerowolf yang bertanding di Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID), secara tidak langsung mengutarakan kekecewaan kepada manajemen perihal hak-hak mereka yang tidak dibayarkan, entah itu mengenai gaji hingga uang hasil turnamen.
Kondisi ini juga semakin tampak jelas setelah mereka melepas beberapa player mereka, terutama yang paling mencolok adalah dilepasnya satu per satu player yang ada di roster divisi PUBG Mobile ladies mereka, Aerowolf Zoo.
Kabar terakhir mengenai memburuknya kondisi keuangan mereka ini semakin mencolok setelah pihak PUBG Mobile menjatuhkan sanksi ban dari seluruh turnamen resmi kepada Aerowolf Limax akibat kesalahan yang dilakukan oleh manajemen karena telah merugikan para pemainnya.
Kini melalui podcast di channel YouTube Bro Pasta, eks General Manager (GM) Aerowolf Pro Team yang kini telah menjadi Direktur Esports untuk RSG Singapura-Malaysia, Shin Xu, mencoba menjelaskan duduk permasalahan yag terjadi seperti apa, sambil mengklarifikasi beberapa kabar miring yang berbedar.

- Aerowolf Limax akan menghilang dari scene PUBG Mobile hingga 2023
- Aerowolf resmi lepas Bottle dan Marz
Gaji player Aerowolf aman, tetapi uang turnamen tidak
Dalam kesempatan tersebut, Shin Xu menjelaskan akar permasalahan dari merosotnya kondisi keuangan organisasi berlogo Serigala ini. Ia mengatakan bahwa hal ini mulai terjadi sejak COVID-19 pada awal 2020.
Shin Xu menuturkan bahwa kondisi tersebut telah menggagalkan semua rencana yang telah disusun oleh manajemen. Selain itu, situasi COVID-19 juga telah “meruntuhkan” bisnis dari penopang utama keuangan mereka selama ini.
Namun di sisi lain, Shin Xu menjelaskan bahwa selama dirinya bergabung dengan organisasi pada awal 2020 dan menjabat sebagai GM, sebelum memilih hengkang ke RSG pada awal Juni 2021, ia menegaskan bahwa semua gaji para pemain selalu dibayarkan, meski memang benar ada keterlambatan atau pencicilan.
“Saya ingin mengklarifikasi bahwa seumur saya menjadi GM, tidak pernah ada kasus (gaji pemain) yang tidak dibayarkan. Kalau telat, iya. Tetapi soal tidak dibayarkan, itu tidak pernah ada,” ucap Shin Xu.
“Paling gaji yang pernah tidak saya baharkan adalah kasus ketika saya men-terminated orang (manajer tim Genflix Aerowolf Jr, FLAT). Kalau soal itu, wajar kalau tidak saya bayarkan karena dia telah membuat suatu kesalahan fatal,” tuturnya.
Bahkan dalam hal ini, Shin Xu menegaskan bahwa dirinya telah memperjuangkan gaji para player agar tidak terpotong dan lebih memilih memangkas gaji karyawan.
Hal ini dilakukan dirinya agar di masa depan, jangan sampai permasalahan keuangan ini menjadi alasan bagi para pemain untuk tidak bisa menunjukkan performa terbaik ketika sedang bertanding.
Namun di sisi lain, Shin Xu mengakui bahwa perihal hadiah turnamen memang pernah tidak sampai kepada pemain. Ia menjelaskan bahwa hal ini terjadi demi menyelamatkan organisasi secara keseluruhan agar bisa tetap bertahan.
“Karyawan Aerowolf itu kan ada banyak. Jadi bisa dibilang bahwa uang hasil turnamen itu diputar untuk menutupi (biaya operasional), sambil mereka menunggu recovery-nya seperti apa,” kata Shun Xu.
“Namun, kenapa kondisinya bisa menjadi separah ini, karena saya rasa (organisasi) tidak menemukan jalan keluarnya,” tuturnya.
Tentu saja sangat disayangkan hal seperti ini bisa menimpa Aerowolf Pro Team sebagai salah satu organisasi esports besar di Indonesia. Kita sebagai bagian dari komunitas esports Tanah Air, tentu berharap mereka bisa segera menemukan jalan keluar demi menyelamatkan organisasi dari kebangkrutan.
BACA JUGA: Donkey: Aerowolf sebentar lagi dibeli GPX