Pepatah mengatakan, “Di balik setiap pria sukses ada wanita yang kuat.” Tapi benarkah di balik setiap tim esports yang sukses ada pelatih yang kuat?

Yang selalu menjadi sorotan dalam kesuksesan sebuah tim adalah para pemain, performa individunya sangat mempengaruhi seberapa baik kinerja organisasi esports. Mereka adalah wajah dari organisasi.

Namun tak banyak yang mengapresiasi sosok di belakang para pemain. Di MOBA seperti Dota 2, League of Legends, dan Mobile Legends: Bang Bang, pelatih kerap terlihat di panggung turnamen saat menyusun strategi dan draft. Mereka akan selalu hadir baik sebelum, saat, dan sesudah musim dimulai.

EVOS Legends MPL ID S7 Roster
Kredit: Moonton

Di kancah esports Mobile Legends, pelatih EVOS Legends, Bjorn “Zeys” Ong, disebut sebagai “the best coach in MPL”. Ia pernah mengantarkan skuad Macan Putih menjuarai MPL ID Season 4 dan Kejuaraan Dunia M1.

Namun, Zeys percaya bahwa pemilihan coach terbaik nersifat subjektif. “Keberhasilan tim Anda tidak selalu berarti Anda adalah pelatih terbaik,” jelas Zeys. “Meskipun orang menganggap saya yang terbaik, saya mungkin bukan yang terbaik. Tetap saja, saya berusaha untuk meningkatkan diri untuk menjadi yang terbaik dalam apa pun yang saya lakukan.”



Jadi apa yang harus dilakukan pelatih untuk menjadi lebih baik?

Meskipun peran pelatih berbeda di setiap game, ada satu hal fundamental yang harus dimiliki seorang pelatih. “Ini benar-benar tentang bagaimana Anda memungkinkan pemain untuk naik ke level lebih tinggi dengan cepat,” kata Zeys. “Pada akhirnya, ini adalah kompetisi, jadi jika Anda melambat, Anda akan kalah.”

Meskipun ia memiliki hampir tiga tahun pengalaman di MPL, Zeys mengaitkan kesuksesannya dengan 12 tahun pengalamannya di berbagai game dan genre. Ia sudah pernah berkompetisi secara profesional di Hearthstone, League of Legends, Heroes of the Storm, dan Arena of Valor.

Zeys' esports timeline and history
Kredit: Zeys

“Memiliki pengalaman yang mendalam membantu Anda memahami dinamika game lebih cepat, dan membantu Anda membuat teori dan bertukar pikiran. Ini juga memungkinkan Anda untuk memahami kesulitan apa yang mungkin dihadapi tim atau pemain, dan membantu mereka.”

Pengalaman bertahun-tahun di FPS, RTS, dan bahkan genre MMO, menurut Zeys, telah membantunya memahami pemain dan masalah mereka dengan lebih baik, karena dia merasa lebih mudah untuk mengungkapkan teknis tertentu saat berkomunikasi dengan pemain.

Terlepas dari segala prestasi yang sudah Zeys raih, dia masih belum selesai. Pelatih berkebangsaan Singapura itu terus berupaya untuk meningkatkan kualitasnya. Tak jarang ia mencari profil pelatih di game lain seperti League of Legends, Dota 2, dan CS: GO. Melihat konten yang mereka buat, mengidentifikasi kesulitan yang mereka hadapi, dan membuat catatan tentang metode apa yang mereka terapkan dalam tim.

“Banyak yang saya pelajari di sekitar kawasan (Asia Tenggara), saya pernah berbicara dengan pelatih di Thailand dari jenis game yang berbeda,” kata Zeys. “Saya melihat apa yang mereka lakukan namun tidak saya lakukan, dan sebaliknya, apa yang saya lakukan tapi tidak mereka lakukan. Kemudian mengambil yang terbaik dari semuanya.”

BACA JUGA: Seberapa jauh saya mengenal rekan setim – Zeys