Pada setiap musim dari gelaran Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID), EVOS Legends selalu menjadi tim yang difavoritkan menjadi juara. Hal ini disebabkan oleh nama besar organisasi dan player yang mereka miliki.

Dari waktu ke waktu, EVOS Legends selalu memiliki jajaran player berkualitas di dalamnya. Namun, hal ini tidak serta merta membuat tim selalu mampu menjadi yang terbaik.

Sejak pertama kali ditangani oleh Zeys secara penuh pada MPL ID Season 4, era kejayaan EVOS Legends bisa dikatakan baru dimulai. Pelatih asal Singapura itu berhasil membawa tim meraih gelar juara pertamanya di Season 4 sebelum mendapatkannya pada Season 7.

Dengan kata lain, dalam empat season terakhir, EVOS Legends berhasil meraih dua gelar juara MPL ID. Sementara dua gelar lainnya berhasil direbut sang rival, RRQ Hoshi.

EVOS Legends MPL ID Season 7
EVOS Legends juara MPL ID Season 7 | Kredit: Redzi Arya Pratama/ONE Esports


EVOS Legends di MPL ID Season 6 terburuk bagi Zeys

Meski terliat sebagai masa-masa indah bagi EVOS Legends, bukan berarti Zeys tidak mengalami kendala atau masalah. Bahkan ia mengungkapkan bahwa titik terendahnya sebagai pelatih ada di MPL ID Season 6.

Pada musim tersebut, mereka hanya mampu finis di peringkat keenam pada musim reguler, alias satu strip di atas zone merah. Mereka hanya memiliki rekor tujuh kemenangan dan kekalahan.

MPL ID Season 6 Klasemen Musim Reguler
Klasemen Musim Reguler MPL ID Season 6 | Kredit: MPL ID

Kesulitan yang dihadapi EVOS Legends ini terus berlanjut di babak playoff. Tampil di play-ins, mereka langsung tersingkir di hari pertama setelah takluk 1-2 dari ONIC Esports.

Kondisi ini jelas menunjukkan bahwa telah terjadi sesuatu pada kubu berlogo Macan Putih itu. Kini Zeys membeberkannya dalam podcast Empetalk di channel YouTube Jonathan Liandi.

“Titik terendah saya sebagai pelatih itu di Season 6 karena saat itu ada banyak transisi terjadi. Jadi dari Season 5 menuju 6, terjadi banyak kekacauan, baik dari sisi pemain, manajemen, dan juga pelatih,” ucap Zeys.

“Kita tahu di antara Season 5 dan 6 saya sempat menjadi pemain karena saat itu tim tidak menemukan pemain tank yang cocok.”

“Saat itu tidak ada player yang bisa kami rekrut dan di saat yang sama kami memiliki masalah dengan player tank. Jadi pilihannya adalah tidak bermain dengan tank, tidak main di turnamen sama sekali, atau mainkan saya,” tuturnya.

Pada MPL ID Season 6, EVOS Legends hanya memiliki Bajan di dalam timnya sebagai tank. Meski sang player sempat beberapa kali menunjukkan performa hebatnya, tetapi hal tersebut ternyata tidak cukup di mata Zeys.

BACA JUGA: Beberapa faktor yang membuat LJ jarang tampil di MPL ID Season 7