Zeys merupakan salah satu pelatih besar di scene MLBB. Namanya sudah sangat kental dan menjadi salah satu yang tersukses di Indonesia, bahkan level dunia.

Sosok bernama asli Bjorn Ong ini bisa dibilang sebagai pelopor pelatih di scene MLBB. Ia sudah menjadi pelatih EVOS Legends sejak pertengahan season 3, waktu yang mana tim-tim lain belum memiliki pelatih.

Zeys, pelatih timnas MLBB Indonesia
Sumber: ONE Esports

Ia pun menjadi pelatih terlama yang memimpin sebuah tim. Sejak saat itu sampai sekarang, sosok asal Singapura itu masih dipercaya sebagai otak dari EVOS Legends.

Kepercayaan sudah begitu besar, bahkan Zeys kini adalah head coach dari semua divisi MLBB di EVOS Esports yang mana ada EVOS Legends, EVOS Icon, dan EVOS Lynx.

Zeys tak selalu berikan hasil terbaik

Kepercayaan EVOS Legends kepada Zeys teramat besar. Padahal secara prestasi sebenarnya Zeys bukan yang tiap musim memberikan gelar. Dia baru tiga kali memberi trofi kepada Macan Putih yakni MPL ID S4, S7, dan yang paling bergengsi adalah M1 World Championship.

Sisanya berakhir dengan mengecewakan di selang season 3 sampai sekarang. Namun, M1 bisa dibilang sebagai kuncian dan faktor Zeys diyakini masih memiliki kualitas kapabel sebagai pelatih.

Mobile Legends, Cr1te, Zeys_EVOS Legends, MPL ID S9
Kredit: Moonton

Zeys pun punya tradisi yang begitu melekat. Dia begitu percaya dengan trio M1 yang masih aktif sampai sekarang yakni REKT, Wann, dan Luminaire. Seakan posisi tiga pemain ini akan selalu aman di roster selama Zeys menjadi pemimpinnya.

Mungkin baru musim ini pelatih Singapura itu berani aktif melakukan rotasi, karena biasanya dia adalah tipe sosok yang mempertahankan roster terbaik.



Karakter EVOS Legends tak akan berubah

ONE Esports dan beberapa media lain mendapat kesempatan mewawancarai Donkey pada konferensi pers di MPL ID S9. Legenda EVOS Legends yang sekarang jadi petinggi GPX itu mengaku bahwa DNA dari EVOS akan tetap bertahan selama Zeys masih di tubuh tim.

“Setiap tim pasti punya budaya yang dibawa. Sebut saja RRQ yang gameplaynya sejak dibawa oleh Lemon dan Tuturu masih ada kemiripan hingga sekarang. EVOS pun DNA gameplay-nya sejak season 1 sampai sekarang walau berbeda tapi masih ada kemiripan,” jelasnya kepada ONE Esports.

Mobile Legends, Donkey
Kredit: Instagram/Donkey_Yurino

“EVOS itu cara mainnya bar-bar dan objektif. Kalau RRQ sangat perhitungan sejak dulu. DNA tersebut selalu kebawa gitu.”

“Jadi selama Zeys yang melatih DNA-nya tak akan berubah. Ibaratnya sama seperti di sepak bola Pep Guardiola melatih Barcelona mainnya pasti tiki-taka. Kalau mau revolusi ya ganti semua. Tapi kan berisiko sekali jika melakukan itu,” papar dia.

BACA JUGA: Wyvorz dan Cr1te buktikan pantas jadi pemain utama EVOS Legends