Winda Earl cabut dari GPX? Hal itu sepertinya benar-benar segera terjadi. Pencinta scene MLBB Ladies akan kehilangan salah satu pemain terbaiknya.
Tak ada yang mempertanyakan kredibilitas Earl di scene MLBB. Dia adalah salah satu pemain wanita paling senior yang ada, bahkan sempat bermain di tim pria seperti BOOM Esports pada masa awal MPL.
Seiring berjalannya waktu, karier pemain yang sempat berkuliah di Australia itu menanjak terutama bersama EVOS Ladies yang sekarang bernama EVOS LYNX. Beberapa gelar juara dia dapati.

Sebagai roamer, makro dari Winda memang luar biasa. Sampai Vivian muncul di scene, tak ada roamer tank yang rasanya bisa mengimbangi Winda. Bahkan sampai sekarang dia masih menjadi roamer papan atas.
Winda sebenarnya sudah lama berniat pensiun. Ketika dia cabut dari EVOS, sang pemain sudah memikirkan hal tersebut. Sampai akhirnya niat tersebut urung seiring permintaan bantuan yang datang dari GPX.
Winda Earl bawa GPX Basreng jadi tim papan atas
Sejak munculnya GPX Basreng ke scene ladies, mereka langsung tancap gas dan menjadi salah satu tim terbaik. Memiliki roster berpengalaman dan berkualitas, GPX mampu melangkahi tim besar macam EVOS LYNX, RRQ Mika, sampai Alter Ego NYX.

Satu-satunya tim yang sampai sekarang masih menjadi masalah mereka hanyalah Bigetron Era. Karena itu GPX Basreng menjadi langganan runner-up karena selalu kalah di grand final beberapa turnamen ladies.
- Bigetron Era raih trofi ke-15 di Upoint, waktunya jajal turnamen pria?
- Valanyr terkejut dengan potensi para player MBR Delphyne
Winda Earl cabut dari GPX
Sampai akhirnya sebuah unggahan secara beruntun datang dari Winda. Diawali dengan perayaan makan-makan dengan petinggi GPX dan rekan-rekannya, disusul banyak IG Story, Winda Earl cabut dari GPX.
Pada akun pribadinya, Winda mengungkapkan hal itu walau di GPX belum ada pengumuman Farewell sang pemain. Winda Earl cabut dari GPX benar-benar terjadi.
“Saya mungkin kerja tidak akan sebahagia saat di esports 4-5 tahun ini. Tapi, ini adalah sesuatu yang tepat untuk dilakukan. Dri dulu sebelum join esports, saya juga kerja bersamma papi walau tak suka. Tapi sekarang sudah setua ini, harus sayang sama orang tua,” katanya di IG Story.

“Paling sedih harus meninggalkan Funi karena kami bersama dari zaman EVOS yang awal baru kenal ada berantem miskom, terus baikan ngetim dan juara-juara di EVOS. Sampai pindah ke GPX Basreng sama-sama mengambil risiko untuk membentuk tim baru.”
“Cukup keren jadi runner-up terus walau kami frustrasi mau juara, akhirnya saya cabut juga. Ko Yur bilang saya bakal pensi setengah-setengah doang ujung-ujungnya balik lagi kalau lihat anak-anak tertindas. Tidak bakal tertindas lah.”
“Saya cuma berharap pengganti nanti benar-benar berbakat dan bisa jadi seperti saya, bahkan lebih jago,” papar Earl.
BACA JUGA: Resmi! Liam tinggalkan RRQ Hoshi