Salah satu kampus yang berasal dari Surabaya, Universitas Ciputra (UC), berhasil memastikan diri sebagai yang terbaik di ajang LIMA Esports partner by McDonald’s East Java Conference (EJC).

Tim yang berhasil membawa UC menjadi juara adalah tim pertama mereka (UC-1) usai mampu mengalahkan tim kedua milik Politeknik Negeri Malang (Polinema-2) di partai final yang diselenggarakan pada 15 November 2020 dengan skor 2-0.

Pada game pertama, UC-1 berhasil mengalahkan Polinema-2 dengan skor 13-9. Draft pick yang dipilih oleh UC-1 yaitu Ruby, Yi Sun-Shin, Jawhead, Faramis, dan Valir, bisa menekan pertahanan tim Polinema-2 yang memilih jajaran hero seperti Esmeralda, Yu Zhong, Hayabusa, Khufra, dan Kagura.

Melalui permainan yang cepat, UC-1 berhasil menekan setiap jalur menuju pertahanan Polinema-2. Kombinasi Jawhead dan Ruby untuk membuka teamfight mampu menjadi kunci dari game pertama ini.

Most Effective Tactics Available (META) yang digunakan UC-1 di game pertama dengan memilih Ruby, Jawhead, dan Valir kembali digunakan oleh mereka pada game kedua. Dengan tambahan Ling dan Guinevere di tim UC-1 membuat mereka berhasil mengalahkan hero pool Polinema-2 berisikan Esmeralda, Chou, Khaleed, Helcurt, dan Pharsa. UC-1 menang dengan skor 14-9.

Kapten dari tim UC-1, Matthew Alfredo, sangat bangga dengan para pemain karena berhasil menjadi juara di LIMA Esports EJC. “Hasil ini sesuai dengan ekspektasi saya dan tim karena kami telah mempersiapkan segalanya untuk turnamen ini,” ucapnya.

“Konsistensi performa dari core player kami, Scarlett, menjadi salah satu kunci kami menjadi juara di LIMA Esports EJC ini. Sebagai kapten tim UC-1, saya sangat bangga dengan mereka semua,” ucapnya.



Walaupun kalah di pertandingan puncak ini, kapten tim Polinema-2, Frebyandika Dwima Putra, tetap bangga dengan perjuangan para pemain.

“Hasil ini memang di bawah ekspektasi kami yang menargetkan untuk menjadi juara di LIMA Esports EJC. Akan tetapi, hasil yang bisa kami raih adalah runner-up. Kami memiliki banyak kekurangan salah satunya adalah terbatasnya hero pool dan hal tersebut akan kami benahi untuk LIMA Esports Nationals nanti. Terlepas dari hasil yang kami raih, saya sangat bangga dengan perjuangan para pemain,” kata Frebyandika.

Meski gagal menjadi juara, Polimena-2 tetap mendapatkan tiket untuk berlaga di LIMA Esports Nationals bersama UC-1 yang akan diselenggarakan pada 12-13 Desember 2020 sebagai perwakilan EJC.

BACA JUGA: 64 tim siap ramaikan LIMA Esports EJC