Timnas MLBB Indonesia membuka perjalanan di SEA Games 2023 saat berhadapan dengan tim tuan rumah, Kamboja.

Harapan besar ditanggung pera penggawa merah putih mengingat target emas dicanangkan pada nomor pertandingan ini.

Mulanya penampilan Alberttt cs begitu meyakinkan dengan agresifitas tinggi, keunggulan 5000 gold bisa dikantongi hanya dalam waktu lima menit.

Namun masalah mulai muncul ketika timnas MLBB Indonesia kewalahan menggedor base lawan. Faramis dari Kamboja begitu efektif menjadi garis pertahanan terakhir.

Pertandingan terpaksa berlanjut ke fase ultra late game, dan malapetaka datang saat Kamboja mampu mengamankan Lord ketujuh.

Indonesia yang hanya menyisakan tiga pemain saja tak sanggup menahan gempuran lawan dan dipaksa menyerah di pertandingan pertama.



Kesalahan timnas MLBB Indonesia di laga melawan Kamboja

Kredit: YouTube – Mobile Legends: Bang Bang

Manuver terbaca

Pergerakan flanking pada perebutan Lord kerap dilakukan timnas MLBB Indonesia pada pertandingan ini. Dalam perebutan Lord keempat, Kamboja sudah bisa membaca pergerakan ini dan menghindarinya dengan efektif.

Lalu hal yang sama terjadi di perebutan Lord keenam, kali ini bayarannya lebih berat, Dreams tertangkap di area berbahaya saat mencoba memimpin manuver flaking.

[addiframe width=”560″ height=”315″ src=”https://www.youtube.com/embed/p6GxcB1ooi4?clip=Ugkxt_YiO7Q7flOr4J5_Eky8JmmtnRpXs_fO&clipt=EPLrsAcYiYmyBw” title=”YouTube video player” frameborder=”0″ allow=”accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share” allowfullscreen/]


Membawa pertandingan ke late game melawan Faramis

Faramis adalah hero yang sangat kuat di fase late game, semakin lama pertandingan berlangsung, semakin besar ancaman yang diberikannya.

Pada fase super late game ketika death diganjar waktu spawn sangat lama, Faramis bisa menghindari hal tersebut berkat skill pasif yang mengurangi waktu respawnnya. Selain itu, damage yang dimilikinya juga tidak main-main.

Membawa pertandingan ke fase late game ketika bertemu Faramis adalah keputusan yang kurang bijaksana.


Sanz terlalu agresif

Sanz memakai Pharsa di pertandingan ini dan menjadi pemberi damage utama. Sang midlaner juga menjadi pemain paling diandalkan ketika tim melakukan pertahanan melawan Lord.

Sayangnya pergerakan Sanz terlalu agresif, ia beberapa kali tertangkap di momen-momen krusial. Seperti yang terjadi di perebutan Lord kelima, di sana posisinya terlalu depan dan Kamboja tidak melewatkan kesalahan itu untuk menumbangkannya.

[addiframe width=”560″ height=”315″ src=”https://www.youtube.com/embed/p6GxcB1ooi4?clip=UgkxzDd4rMaAP_atZp5bZsSmf-cFSu4kZqar&clipt=ELiVoQcYzpqjBw” title=”YouTube video player” frameborder=”0″ allow=”accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share” allowfullscreen/]


Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA: Jadwal SEA Games 2023 MLBB: Format, hasil, dan cara menonton