Di dalam artikel ini
ONE Esports MLBB Community Tournament adalah salah satu kegiatan yang secara berkala diadakan oleh ONE Esports untuk para komunitas di game Mobile Legends: Bang Bang dan merupakan bentuk apresiasi bagi komunitas penggemar yang memberi dukungan terhadap kami selama ini.
Hadir dalam berbagai genre game, salah satunya adalah Mobile Legends: Bang Bang atau MLBB secara berkala digelar untuk komunitas.
Team Cuek, menjadi salah satu jawara dari ONE Esports MLBB Community Tournament. Performa mereka benar-benar luar biasa sehingga mampu mendominasi turnamen dan menjadi langganan juara. Hingga artikel ini diturunkan, mereka telah mengoleksi 14 gelar juara plus tujuh runner-up.
Catatam impresif tersebut membuat Team Cuek menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan panjang ONE Esports MLBB Community Tournament.
Profil Team Cuek, jawara ONE Esports MLBB Community Tournament
Pada kesempatan ini, ONE Esports berbincang dengan kapten Team Cuek terkait kisah mereka selama mengikuti ONE Esports MLBB Community Tournament.
Team Cuek diwakilkan oleh Reeboy, menjelaskan seperti apa awal penamaan tim atau asal mula nama dari Team Cuek itu sendiri.
“Namanya Team Cuek pertama karena anak-anak ini, kalau diajak main bareng pada cuek semua di grup tidak (mau) balas maka kami namakan Team Cuek,” buka Reeboy.
Sebagai informasi, line-up dari Team Cuek saat ini sudah mengalami perubahan. Reeboy menyebut jika ada member Team Cuek yang promosi ke tingkat MDL.
“Membernya pertama saya Reeboy dari Bekasi, Ale dari Jakarta, terus ketiga Envy dari Tangerang, Gentz dari Bogor. Gentz sudah masuk Team Liquid sekarang (di MDL), sama ada dulu namanya Foist dari Jakarta,” tuturnya.
“Kalau (dari awal) lineupnya sekarang tersisa saya sendiri.”
Reeboy menambahkan, kini Team Cuek diperkuat roster baru yang tidak kalah jago. Terdiri dari para pemain di Jabodetabek bahkan Bali.
“Member barunya sekarang ada Gohan dari Jakarta, Jungerlya ada Rain dari Jakarta, Gold Lane-nya ada Bane dari Bali sama Tank-nya, si Batakkk dari Jakarta,” tambah Reeboy.
Pemain Team Cuek dari berbagai golongan
Sang kapten lalu menjelaskan bagaimana proses perekrutan member. Menurut Reeboy, semua itu bermula dari Ranked mode, ia memilah dan memilih pemain yang tepat sesuai dengan role yang dibutuhkan.
“Pertama kami mencari anggota dulu, menggantikan yang lama dari ranked. Ketemu si Batakkk lalu ketemu Gold Lane, Jungler dan EXP Lane. Kami tarik satu-satu yang jago. Kami cari per role, kalau mainnya jago kami tarik,” papar dia.
“Caranya? Paling kami tawari mau gabung atau tidak? Mau ikut tidak? Ada turnamen ini, kalau dia mau, langsung saja (gabung) tidak ada iming-iming,” tegasnya.
Menjadi langganan juara di ONE Esports MLBB Community Tournament tidak membuat Team Cuek dan Reeboy merasa jemawa. Menurut sang kapten, bermain di turnamen ini telah memberi mereka eksposur yang bagus dan menjadi cara mereka untuk belajar mengasah kemampuan.

Team Cuek juga terdiri atas berbagai pemain dari kalangan usia antara 17 hingga 20 tahun dengan ragam latar kehidupan.
“Pertama (kenapa masih mengikuti ONE Esports CT) sekalian cari nama, kalau menang dipublikasi ONE Esports sekalian (untuk) asah-asah sampai mana (kemampuan). Kami juga kemarin sering kalah, makanya kami belajar kurangnya di mana, kami banyak belajar dari turnamen ini,” ucap Reeboy.
“(Pemain) paling muda si Junglernya, Rain dia kalau tidak salah masih umur 16, masih sekolah. Paling tua saya umur 24. Kalau yang lain sambil ada yang kuliah, saya sambil kerja, si Rain sekolah sambil ngejoki, si Bane sama si Gohan baru lulus sekolah,” tuturnya.
Fitur Pro Lobby ONE Esports MLBB Community Tournament buat nyaman bertanding
Reeboy kemudian menjelaskan perbedaan mengikuti ONE Esports MLBB Community Tournament di tahun 2023 dan sekarang.
Menurut sang kapten, dengan fitur “Pro Lobby” membuat mereka lebih nyaman dalam bertanding dan ada perbedaan signifikan dengan custom room biasa.
“Perbedaannya (dengan Pro Lobby), ban (hero) nya lebih banyak. Dulu (hanya) 6 sekarang (sampai) 10 banyak hero yang di-ban, banyak yang bisa dipakai sama lebih enak aja begitu kalau (bermain di) Pro Lobby lebih lama waktu (ban)-nya, lebih lama dari room biasa,” tambah dia.
Tidak selalu menang, Reeboy mengungkapkan alasan di balik beberapa kekalahan Team Cuek. Menurut dia, timnya kalah karena lawan lebih cepat beradaptasi dengan META.
Sang kapten juga memaparkan jika mereka sering berlatih dengan tim-tim ternama, bahkan sampai tim luar negeri.
“Kesulitannya mereka (lawan) cepat beradaptasi sama META, jadi kami masih belajar, mereka sudah jauh improve saja tiba-tiba. Jadi META-nya masih kami pelajari, mereka sudah pada jago,” tuturnya.
“Kami suka ada scrim-scrim sama tim lain. Yang paling terkenal waktu itu sama (tim) Ladies yang masuk MDL (Team Vitality/Bigetron Era) sama tim luar juga kami kebanyakan scrim sama tim luar. Dari Malaysia kadang, (kalau sama tim ) Filipina agak berat ping (jaringan) scrim sama (tim) di sana,” papar dia.
“Biasanya sih mereka kontak (kami) duluan di game, terus diajakin kami jadwal.”
Penggawa Team Cuek menatap scene profesional MLBB dan Fnatic Onic
Reeboy pun menjelaskan jika ONE Esports MLBB Community Tournament adalah salah satu turnamen yang paling bagus selama mereka ikuti.
Selain itu, biasanya mereka mengikuti turnamen offline di daerah mereka dengan rentang waktu tertentu setiap pekan.
“Kalau untuk sekarang (event) paling bagus memang ONE Esports (MLBB Community Tournament) ini. Biasanya kalau (kami ikuti) turnamen warkop tidak semuanya (pemain) ikut, paling 1-2 pemain kami ganti roster,” tambah dia.

“Biasanya yang jadi pertimbangan ikut turnamen offline harus pakai KTP daerah. Misalnya dari daerah yang dekat kami ajak saja. Pertama Prize Pool, kedua (tergantung) waktu pada bisa semua atau tidak atau kelarnya berapa hari, kalau lama kami tidak ikut,” jelasnya.
“Paling kami cari yang sabtu minggu. Minimal kalau turnamen offline (dengan) prize pool-nya (hingga) 5 juta (US$300).”
Terakhir, Reeboy memberi pesan untuk tim-tim yang belum beruntung di ONE Esports MLBB Community Tournament untuk terus berlatih.
Selain itu, sang kapten juga berharap nantinya anggota timnya bisa melanjutkan jenjang karier hingga level MDL atau lebih.
“Pesan-pesannya untuk tim yang belum menang di turnamen ONE Esports ini terus belajar saja, pelajari META cepat beradaptasi sama META yang baru. Kami saja sering kalah sama tim yang beradaptasi sama META baru jadi intinya, pelajari saja,”
“Kalau target ke depannya dari member-member Cuek (semoga) ada yang bisa masuk ke MDL.”
Ketika ditanya tim esports yang ingin mereka bela di masa depan, Reeboy menjawab dengan cepat, “Fnatic Onic”.
“Menjadi bagian Fnatic Onic adalah mimpi kami. Bagi kami ONIC sebagai tim dan organisasi esports adalah panutan. Semuanya begitu tertata dengan baik di ONIC,” pungkasnya.
BACA JUGA : Jadwal MPL ID S14, format, hasil pertandingan, dan cara menonton