Seperti apa strategi baru RRQ Hoshi?
Sepekan jelang playoff MPL ID S14 di Bandung, masing-masing tim kini tengah bersiap dan RRQ Hoshi, adalah salah satunya.
Sebagai juara regular season musim ini, performa RRQ Hoshi memang tidaklah sempurna. Namun, dari 16 laga yang dimainkan mereka berhasil memenangkan 13 laga. Hal tersebut membuat RRQ Hoshi yang menjadi juara regular season.
Meski demikian, sebagai juara regular season RRQ Hoshi tentu masih layak untuk dikritik di mana meski terlihat mendominasi, RRQ terkadang masih terpleset ketika menghadapi lawan yang tidak terduga misal Alter Ego.

RRQ Hoshi bisa mengalahkan tim seperti EVOS, ONIC bahkan Team Liquid ID namun mereka kalah dari Alter Ego. Skylar dkk pun sempat merasakan kekalahan ketika melawan Bigetron Alpha, dan juga EVOS Glory di leg 2 kemarin.
Permainan RRQ Hoshi dianggap ‘text-book’ alias terlalu mudah untuk dibaca lawan. Namun, Skylar dkk tetap gahar dan mendominasi menuju ke playoff.

Salah satu talent RRQ yang juga mantan staf pelatih Hoshi, Petra “FieL” Giovanni angkat bicara tentang hal tersebut. Mungkinkah hal ‘text-book’ ini menjadi masalah untuk RRQ Hoshi di babak playoff MPL ID S14?
Fiel sebut masalah ‘text book’ bisa jadi strategi baru RRQ Hoshi

Dalam konten Re-FieL miliknya, FieL merespons salah satu fans yang menilai bahwa kritikan RRQ Hoshi ‘text book’ bukanlah masalah.
Bagi FieL, apa yang disampaikan oleh panelis EMPESHOW soal RRQ ‘text book’ tak menjadi masalah baginya.
“Pendapat saya, tim yang (bermain) disiplin rawan disebut text book. Karena disiplin itu ibaratnya (bermain) gerakannya teratur,” ucap FieL.

“Salah tidak? Ya tidak apa-apa kalau RRQ disebut text book,” tuturnya.
FieL menambahkan, tidak masalah jika RRQ Hoshi terkesan mudah dibaca permainannya alias memiliki pola permainan text book.
Namun, dia menekankan bahwa Skylar dkk harus sadar ketika permainan mereka terbaca dan kemudian bisa improve untuk mengatasi hal tersebut.
“Tapi yang penting adalah ketika disebut text book dan orang sudah mulai membaca gerakan disiplinnya, gerakan text book-nya adalah tim tersebut punya cara memecahkan masalah,” tambah dia.
“Mau disebut text book kalau misalnya (permainan) sudah terbaca mereka punya cara memecahkan masalah dan improve, lebih bagus lagi,” tegasnya.

“Musuh membaca gerakan RRQ, tapi ternyata RRQ sendiri tahu kalau gerakan itu terbaca di ingame dan mereka mengubah (strategi) itu lebih bagus menurut saya.”
Terakhir, FieL menyatakan bahwa tidak masalah jika RRQ Hoshi dianggap text book. Sang mantan pelatih berharap, Skylar dkk tahu cara memecahkan masalah.
Sehingga mereka bisa mengubah, pola permainan text book yang dinilai sebagai kelemahan menjadi satu strategi baru.

“Jadi menurut saya tidak masalah kita dibilang text book karena kita tidak bisa menyalahkan pendapat orang. Cuma yang penting adalah, ketika dianggap text book dan banyak tim yang mulai membaca kalian, harapan saya kalian tahu cara untuk memecahkan masalah di dalam game-nya. Karena itu justru menjadi strategi atau senjata baru,” pungkasnya.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA : Jadwal playoff MPL ID S14, format, hasil, dan cara menonton