ONIC Esports berhasil menjadi juara musim reguler MPL ID S11 dengan cara yang nyaris sempurna. Namun tak hanya soal poin dan kemenangan, ternyata Tim Landak memang unggul dalam hal apa pun dari semua pesaingnya di musim ini.

Berdebat untuk menentukan siapa tim terbaik di MPL ID S11 memang tidak akan ada habisnya karena masing-masing orang memiliki sudut pandangnya sendiri-sendiri. Namun jika sudah berbicara mengenai data dan statistik resmi, tampaknya tidak akan ada yang dapat membantah.

Sepanjang musim reguler, ONIC Esports hanya kalah satu kali ketika berjumpa dengan RRQ pada week 5. Selebihnya, Sanz dkk selalu mampu menyudahi pertandingan dengan kemenangan hingga menjadi yang terbaik di papan klasemen akhir.

Jika raihan ONIC di sepanjang musim reguler masih belum cukup untuk menyebutnya sebagai yang terbaik, data statistik menunjukkan bahwa Tim Landak unggul dalam segala hal ketimbang tim-tim lain di MPL ID S11.



A-Z keunggulan ONIC Esports di musim reguler MPL ID S11

ONIC Esports, MPL ID S11
Sumber: ONE Esports

Melalui situs resmi MPL Indonesia, ada beberapa data statistik menarik mengenai performa semua tim di sepanjang musim reguler. Menarik karena ONIC Esports selalu berada di daftar teratas di semua kategori.

Data pertama adalah perolehan kill. Total, ONIC mendapatkan 601 kill di sepanjang musim reguler MPL ID S11 sebagai yang tertinggi dan cukup jauh meninggalkan tim yang berada di peringkat kedua, yaitu Geek Slate dengan 521 kill.

Hal ini berbanding lurus dengan munculnya dua pkayer ONIC, CW dan Kairi, yang menghini peringkat pertama dan ketiga sebagai player dengan jumlah kill terbanyak, masing-masing sebesar 192 dan 159 kill, terpisahkan oleh Branz di peringkat kedua dengan 163 kill.

Mobile Legends, MLBB, M4
Dhonazan Syahputra/ONE Esports

Kendati memiliki jumlah kill yang tinggi, hebatnya ONIC juga menjadi tim dengan jumlah death terkecil dengan 367 death. Jumlah tersebut adalah yang terkecil mengalahkan Bigetron Alpha di peringkat kedua dengan 387 death.

Player ONIC yang memiliki catatan death paling banyak adalah Kiboy dengan 98 kali dijatuhkan lawan. Namun dirinya juga hanya berada di peringkat ke-11 dari daftar player dengan catatan death tertinggi sepanjang musim reguler.

Dengan kata lain, ONIC dapat bermain secara agresif di sepanjang musim reguler MPL ID S11, tetapi di saat yang bersamaan juga tetap save agar tidak mudah untuk dijatuhkan lawan.

Mobile Legends, MLBB
Dhonazan Syahputra/ONE Esports

Selanjutnya, ONIC juga menjadi tim dengan catatan pemilik assist terbanyak dengan total 1.404 assist. Jumlah ini jauh meninggalkan Geek Slate dan RRQ di peringkat kedua dan ketiga, masing-masing dengan 1.235 dan 1.153 assist.

Tak berhenti sampai di situ, ONIC juga menjadi tim dengan raihan Gold tertinggi dengan 2.049.735 gold, mengalahkan EVOS di peringkat kedua dengan 1.982.146 gold. Selain itu, mereka juga menjadi tim penghasil damage terbesar di sepanjang musim reguler dengan 8.552.557 damage mengalahkan Geek dengan 8.389.819.

Terakhir, ONIC juga menjadi tim dengan raihan objektif utama terbesar di musim reguler MPL ID S11, seperti Turtle, Lord, dan Turret. Total, ONIC berhasil mendapatkan 63 Turtle, 60 Lord, dan 268 Turret.

Mobile Legends, MLBB, ONIC Esports, MPL ID S11, Geek Slate
Kredit: ONE Esports

Raihan masing-masing objektif tersebut membuat Geek Slate harus puas selalu berada di peringkat kedua. Baloyskie dkk berhasil mendapatkan 57 Turtle, 53 Lord, dan 233 Turret.

Secara individual, para pemain ONIC juga berhasil mendominasi beberapa pencapaian. Selain CW yang menjadi pemilik kill tertinggi, ada juga Kiboy sebagai pemilik assist terbanyak, serta Drian sebagai player dengan rata-rata KDA tertinggi sejauh ini.

Menarik untuk disimak seperti apa performa ONIC di playoff MPL ID S11. Apakah data statistik ini bisa terus bertahan hingga berbuah gelar juara keempat atau sukses dihentikan pesaingnya.

Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA: Nafsu besar REKT kembali ke scene kompetitif MPL