Kejuaraan dunia Mobile Legends M3 World Championship telah menyelesaikan pertandingan di fase grup. Berdasarkan data statistik group stage M3, muncul beberapa nama hero yang menarik untuk dibahas karena tak pernah terlupakan di draft pick.
Setelah menggelar 26 game di fase grup (24 game + 2 tie-breaker), total sudah ada 56 hero berbeda yang dipilih oleh 16 tim yang bertanding di fase draft pick. Artinya masih ada 54 hero lainnya (tidak termasuk Valentina) yang belum digunakan di M3.

Fase draft pick hero adalah salah satu yang paling krusial dalam setiap pertandingan kompetitif MOBA, apalagi di kejuaraan dunia seperti M3. Adu strategi dalam memilih hero, plus mempersempit pilihan lawan atau membuat gameplay tim musuh menjadi tidak lancar adalah salah satu faktornya.
Berdasarkan perkembangan META yang ada di scene kompetitif Mobile Legends, ada banyak hero yang menjadi rebutan setiap tim yang bermain di M3. Karena tak ingin didapatkan oleh tim lawan, banyak di antara mereka yang memilih melakukan ban terhadapnya.
Dari total 56 hero yang telah dimainkan, ternyata ada 3 hero yang tak pernah terlupakan oleh setiap tim berdasarkan statistik group stage M3, baik untuk di-pick maupun di-ban. Berikut ulasannya.
- SPEECHLESS!! RRQ Alberttt buat savage dan 39 kill dalam sehari di M3!
- Clint Mobile Legends jadi hero paling laku di fase grup M3
Statistik group stage M3 menunjukkan Mathilda, Yve, dan Hayabusa selalu hadir di draft pick

Berdasarkan data statistik group stage M3 dari Moonton, hero-hero seperti Mathilda, Yve, dan Hayabusa selalu hadir di draft pick. Dari ketiga hero tersebut, Mathilda menjadi hero yang paling banyak di-pick dan Hayabusa paling banyak di-ban.
Dari total 26 game yang ada, Mathilda dipilih 14 kali, meski hanya meraih enam kemenangan alias dengan winrate 42,8% saja dan di-ban sebanyak 12 kali.
Meski cukup jarang mendapatkan kemenangan, hal ini menunjukkan bahwa saat ini Mathilda memang masih menjadi pilihan utama di META Mobile Legends, terutama sebagai roamer.
Sebagai Tank atau Support, Mathilda memiliki skill-skill yang bagus untuk menginisiasi serangan melalui Guiding Wind (skill 2) dan Circling Eagle (skill ultimate), plus Ancestral Guidance (skill pasif) untuk memanjakan rekan setimnya.

Sementara Yve mendapat kesempatan bermain sebanyak sembilan kali dan di-ban 17 kali dengan meraih empat kemenangan alias winrate sebesar 44,4%. Memang lebih kecil lagi dari Mathilda, tetapi dampak yang diberikan hero ini memang membuatnya menjadi pilihan utama sebagai midlaner.
Sedangkan statistik group stage M3 juga memasukkan nama Hayabusa sebagai salah satu hero yang tak terlupakan oleh setiap tim. Meski hanya mendapat kesempatan bermain dua kali, tetapi ia telah di-ban sebanyak 24 kali. Dalam dua penampilannya, Hayabusa hanya meraih satu kemenangan alias dengan winrate 50%.

Menarik untuk dilihat, apakah Mathilda, Yve, dan Hayabusa akan tetap mempertahankan rekor 100 persen kehadirannya di draft pick sepanjang M3 atau tidak. Jika melihat trennya, kemungkinan besar ketiganya akan bisa melanjutkan popularitas tersebut.
Menilik ke belakang pada ajang ONE Esports MPLI 2021, Mathilda, Yve, dan Hayabusa juga berhasil mempertahankan rekor 100 persen keterlibatan mereka di draft pick, dari awal turnamen hingga berakhir.
BACA JUGA: Jadwal M3 World Championship, playoff, prize pool, tim peserta, pembagian grup, hasil pertandingan