Raihan “Bajan” Delvino menjadi salah satu pemain muda yang bersinar di MPL season 5. Tanker belia ini berhasil mendapat tempat utama di EVOS Legends.

Tanggung jawab Bajan bisa dibilang berat. Ia harus mengisi pos yang ditinggalkan salah satu tanker legendaris Mobile Legends, Yurino “Donkey” Putra.



Walau di season 5 Donkey belum benar-benar pensiun, tapi porsi bermain jelas lebih besar Bajan.

Meski performa player 17 tahun ini masih naik turun di regular season, Bajan berhasil tampil apik di playoff dan membawa EVOS ke grand final.

ONE Esports mendapat kesempatan mewawancarai Bajan setelah MPL season 5 berakhir. Kami sedikit mengulik kariernya yang terbilang penuh dengan keberuntungan.

“Sebelum masuk EVOS saya cuma main-main iseng saja. Kegiatan saya cuma sekolah, pulang, main, gitu-gitu saja. Sampai akhirnya diajak mabar sama teman yang kebetulan pro player yang dulu di Aerowolf sekarang Onic,” ujar Bajan.

“Sampai akhirnya ketemu banyak pro player. Hingga suatu hari saya dichat sama salah satu pelatih EVOS yang lama, Duckey (sekarang pelatih Bren Esports). Saya kaget ketika ditawarkan gabung EVOS, karena belum pernah ikut turnamen sama sekali sebelumnya.”

“Setelah itu saya langsung trial dan sampai akhirnya bergabung saat IENC tahun lalu,” jelas pria asal Surabaya.

Menarik menanti kembali performa Bajan di turnamen-turnamen selanjutnya, menengok potensi pemain muda ini sangat besar.

BACA JUGA: Rexxy siap main semua role di EVOS Legends