Kapasitas Gilang “Sanztuy” sebagai salah satu player spesial memang sudah lama tercium. Tapi kemilau player Victim Esports ini baru benar-benar terlihat di Mobile Legends: Bang Bang Development League season 1.
Sanz sudah menjadi perbincangan banyak orang dan dianggap sebagai midlaner dan hard core yang sangat GG. Kemampuannya bahkan disejajarkan dengan player-player MPL.
- Bungkam Recca, Victim Esports jadi juara MDL season 1
- Raih gelar MDL, Victim bukan tanpa masalah di grand final
Sampai akhirnya kita bisa menonton performa Sanz secara rutin sejak MDL digelar. Pada regular season, Sanz sebenarnya belum begitu mencolok.
Tapi itu sepertinya sengaja ia lakukan. Karena pada babak playoff, terutama di grand final, pengaruh besar Sanz kepada Victim sampai akhirnya menjadi juara memang signifikan.
Cukup sering memainkan Bruno di grand final, performa Sanz benar-benar apik. Bahkan ketika buff dia digerogoti di awal pun, snow balling tetap mampu dilakukan dan membuat timnya menang.
Pihak MDL pun memilih Sanz sebagai MVP grand final. Catatannya cukup mencolok. Ia membuat 25 kill, 6 death, dan 19 assists. Total damage ke musuhnya pun tak tanggung-tanggung, yakni 343020.
Ibas, pelatih Victim, juga mengaku kepada ONE Esports bahwa Sanz adalah pemain spesial. “Dia punya potensi menjadi pemain top.”
BACA JUGA: Sanz ingin duet dengan Udil di Onic, tapi….
